fbpx
harga psikologis (psychological pricing)

Cara Menarik Konsumen Dengan Strategi Harga Psikologis

Ilmu psikologi memang sangat luas cakupannya tapi psikologi juga dapat kamu gunakan dalam bidang perdagangan yang berkaitan dengan penentuan harga atau yang disebut harga psikologis (psychological pricing).

Apa itu harga psikologi ? Harga psikologi adalah strategi penetapan harga berdasarkan teori kalau harga tertentu bisa memberikan dampak psikologis terhadap seseorang.

Mungkin banyak orang yang mengetahui bahwa harga psikologis menjadi salah satu strategi seorang pebisnis dalam menjual barang dagangannya dengan menggunakan alam bawah sadar manusia.

Biasanya cara yang diterapkan dengan memasang harga ganjil.

Ada alasan mengapa penjual memasang harga ganjil karena dengan memasang harga ganjil membuat efek kepada pembeli bahwa harga yang diberikan lebih murah.

Hal ini disebabkan di bawah alam sadar manusia memproses bahwa harga ganjil lebih murah dibandingkan harga genap.

Selain itu, kamu juga mesti tahu teknik atau cara menerapkan harga psikologis untuk usaha kamu dan contoh dari harga psikologis.

Cara Menerapkan Harga Psikologi untuk Bisnis

Ada 3 cara yang dapat kamu gunakan dalam menerapkan harga psikologis pada usaha kamu, diantaranya

1. Memperhatikan harga yang tidak berguna

Maksudnya harga tidak berguna gimana? Konsumen akan memiliki pemikiran mengenai kerugian yang akan diterima dibandingkan keuntungan yang akan didapatkan.

Apabila seseorang mengalami kerugian maka dia akan terus mengingatnya sehingga dia akan menghindari kerugian.

Hal tersebut membuat seseorang akan mencari keuntungan walau cuma sedikit dalam memberikan keputusan pembelian sesuatu.

Contohnya saja ada suatu barang yang memiliki label harga Rp. 29.999,- maka seseorang akan berpikir bahwa harga acuan tersebut sebesar Rp. 30.000 jadi dia mendapatkan sebuah keuntungan sebesar Rp.1,- dan profit tersebut sangat berarti bagi pembeli.

Ada pula yang disebut efek umpan yaitu harga yang berada di tengah termasuk harga yang tidak berguna karena tidak memberikan nilai apapun tetapi berguna atau dalam ilmu psikologi bisa disebut bias kognitif.

Misalnya popcorn dibagi menjadi 3 ukuran yaitu kecil, sedang, dan besar dengan harga yang berbeda di setiap ukurannya. Harga untuk popcorn kecil Rp 15.000, ukuran sedang Rp 25.000, dan besar seharga Rp 30.000.

Mana yang kira-kira akan konsumen beli? Tentu kebanyakan konsumen akan memiliki ukuran sedang dengan harga Rp 25.000.

Kenapa? karena konsumen akan berpikir bahwa dia tidak akan memakan banyak popcorn dengan ukuran besar.

Salah satu hal terpenting jika kamu ingin menerapkan efek umpan ini, yaitu kamu harus mengidentifikasi produk apa yang ingin kamu tingkatkan penjualannya.

2. Bundling Produk

Selanjutnya adalah cara bundling produk, apa sih yang dimaksud bundling produk? bundling produk adalah strategi pemasaran produk yang dikelompokkan menjadi dua atau lebih produk didalam satu kemasan penjualan dengan harga yang sama

Kenapa produk bundling merupakan salah satu teknik yang dapat kamu gunakan ? karena dengan teknik ini konsumen akan melakukan pembelian lebih murah tetapi sudah mendapatkan dua atau lebih produk.

Jika penerapan teknik ini tidak benar berarti kamu salah dalam menerapkannya, konsumen bisa mendapatkan harga lebih murah kalau penggabungan dilakukan secara tidak tepat.

Lalu bagaimana caranya ? kamu bisa menggabungkan dua produk tanpa mengurangi nilai dari produk tersebut.

Baca juga : Apa Yang Dimaksud Dengan Produk Bundling

3. Memberikan diskon lain pada produk

Kamu dapat menerapkan cara penggabungan harga psikologis dengan diskon lainnya. Karena dengan cara ini dapat membuat konsumen berpikir ia akan mendapatkan banyak keuntungan dengan membeli produk tersebut.

Contoh kamu dapat melakukan promo diskon 50% setiap membeli produk tertentu atau bisa dengan buy 1 get 1.

Contoh harga psikologi

Ada 3 contoh harga psikologis yang dapat kamu terapkan untuk bisnis.

1. Buy 1 Get 1

Mungkin ini merupakan salah satu teknik lama yang sudah banyak diterapkan oleh pebisnis, dengan membeli 1 produk konsumen akan mendapatkan produk 1 lagi dengan gratis.

Tapi kini ada pengembangan dari konsep teknik buy 1 get 1 misalnya dengan beli 1 dapat diskon 30% untuk pembelian produk berikutnya atau beli 1 produk dapat voucher 50.000 untuk pembelian berikutnya.

2. Charm Pricing

Charm pricing adalah strategi penentuan harga psikologis yang melibatkan angka “9” atau “999” dalam menentukan harga produk. Dengan teknik ini tentu kamu menurunkan harga sebesar Rp 1,- sampai Rp 3,- sehingga angka dibelakangnya mengandung unsur angka “999”

Contohnya harga produk sebesar Rp. 100.000 lalu kamu menetapkan harga menjadi Rp. 99.999 maka dialam bawah sadar konsumen berpikir bahwa harganya belum mencapai 100.000.

3. Harga Coret

Jika kamu menggunakan teknik ini, kamu bisa menghapus harga barang lama dengan mencoretnya lalu dibarengi dengan harga baru yang lebih murah sehingga dapat menarik perhatian konsumen.

Dengan efek perbedaan harga dapat memperkuat untuk mempengaruhi orang secara psikologis, maka dari itu kamu dapat menegaskannya dengan visual misalnya dengan ukuran font, warna yang digunakan.

Bisa juga dengan menggunakan warna dan font yang ceria pada harga baru sedangkan harga lama dibuat lebih gelap

Kalau kamu udah punya usaha yang berkembang pesat. Kamu bisa menggunakan platform Jubelio untuk  memudahkan kamu dalam melakukan pembukuan keuangan usaha kamu, adanya webtore punya bisnis kamu sendiri sampai pencatatan stok barang.

ikuti langkah aku untuk menggunakan platform Jubelio omnichannel. Dengan Jubelio, kamu enggak perlu ribet untuk mengurus jualan kamu sendiri,  enggak perlu tuh upload foto produk satu-satu di masing-masing marketplace dan memproses pesanan juga.

Bersama Jubelio, kamu bisa kelola jualan online, offline, sampai gudang dalam satu sistem.

Mau tau lebih lanjut tentang Jubelio? klik tombol tanya Jubelio dibawah ini:

Kamu bisa cari tahu sendiri tentang Jubelio dan bagaimana cara penggunaannya ? Klik link dibawah ini:

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

×