Sumber Gambar: freepik
Kalau kita bicara soal dunia digital modern, website adalah sarana yang banyak dimanfaatkan oleh sebagian kelompok / individu untuk memperkenalkan brand, menyajikan informasi, berjualan dan masih banyak lagi.
Website cocok untuk siapa saja, baik Anda menjalankan usaha kecil, mengelola perusahaan besar, atau bekerja sebagai profesional lepas, website bisa menjadi media yang sangat efektif untuk membangun citra, menjangkau calon pelanggan, dan menyampaikan informasi penting secara cepat.
Di era serba digital ini, internet sudah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari. Calon pelanggan tidak lagi harus datang langsung ke toko atau kantor untuk mengenal bisnis Anda, mereka cukup mengetik nama brand atau produk, dan website Anda yang menjadi pintu pertama untuk masuk.
Aksesnya pun sangat fleksibel, dari smartphone, tablet, hingga laptop atau PC, semua bisa digunakan untuk menjelajahi website selama terhubung dengan koneksi internet.
Penjelasan Apa itu Website?
Apa itu Website? Website adalah sekumpulan halaman digital yang saling terhubung dan berada di bawah satu alamat domain. Semua halaman ini dapat diakses secara online melalui internet menggunakan browser.
Kalau mau dibayangkan dengan cara sederhana, alamat website itu mirip seperti alamat rumah atau lokasi di Google Maps. Begitu Anda mengetikkannya di browser, sistem akan mengantarkan Anda ke lokasi digital tersebut dan mengambil semua file yang dibutuhkan untuk menampilkan halamannya.
Proses ini bekerja berkat protokol seperti HTTP (Hypertext Transfer Protocol) dan FTP (File Transfer Protocol). Protokol ini mengatur bagaimana data dan file dikirim serta diterima.
Setelah file berhasil diambil, browser akan merangkai dan menampilkannya di layar perangkat Anda menggunakan teknologi seperti HTML (untuk struktur kerangka), CSS (untuk desain tampilan), dan sering kali JavaScript (untuk interaksi & animasi).
Menariknya, meskipun website dibangun dengan bahasa pemrograman dan teknologi web, Anda tidak perlu menjadi programmer untuk membuatnya.
Saat ini banyak platform atau web builder seperti Jubelio Store, WordPress, Wix, atau Shopify yang memudahkan siapa pun untuk memiliki website profesional hanya dengan drag-and-drop.
Perjalanan website sendiri dimulai pada awal 1990-an ketika Tim Berners-Lee yang merupakan seorang ilmuwan asal Inggris mengembangkan konsep ini di CERN, Swiss.
Awalnya website digunakan untuk memudahkan para peneliti berbagi dan mengakses informasi. Hingga pada 30 April 1993, CERN secara resmi mengumumkan bahwa teknologi web ini dapat digunakan secara gratis oleh publik.
Kini peran website sudah jauh melampaui fungsinya di masa awal. Mulai dari sarana branding, platform e-commerce, portal edukasi, hingga media komunikasi bisnis.
Fungsi dari Website
Berikut ini gambaran fungsi website sebagai aset digital yang penting di era sekarang:
1. Pusat Informasi yang Selalu Aktif
Website sebagai pusat informasi 24/7 yang bisa diakses siapa saja, kapan saja. Baik itu profil perusahaan, daftar produk dan layanan, laporan tahunan, hingga panduan penggunaan produk, informasi umum semuanya bisa terpusat di sana.
2. Sarana Promosi
Dengan strategi SEO yang tepat, website dapat terus muncul di pencarian Google tanpa biaya iklan harian. Desain, tone konten, hingga warna brand di website juga menjadi identitas visual yang memperkuat citra perusahaan di mata pasar.
Contoh nyata banyak UKM yang berhasil masuk pasar ekspor hanya bermodalkan website yang teroptimasi.
3. Saluran Interaksi Langsung
Fitur seperti live chat, formulir kontak, hingga integrasi WhatsApp memudahkan pelanggan bertanya, memesan produk, atau memberikan masukan langsung. Hal ini dapat meningkatkan pelayanan dan membangun hubungan dan loyalitas pelanggan.
4. Penambah Kredibilitas
Di era digital, keberadaan website resmi sering menjadi salah satu indikator apakah sebuah bisnis serius atau tidak. Klien B2B, investor, atau bahkan mitra kerja cenderung lebih percaya pada perusahaan yang punya website profesional dengan informasi yang jelas dan transparan.
5. Kanal Konten & Edukasi
Melalui blog, artikel, atau laporan industri yang dipublikasikan di website, Anda bisa menunjukkan keahlian dan wawasan bisnis.
Misalnya, perusahaan keuangan bisa membagikan tips manajemen risiko, sedangkan produsen mesin bisa membagikan panduan perawatan produk. Konten yang menarik minta pengunjung dapat memperkuat posisi Anda sebagai otoritas di bidang tersebut.
6. Sumber Hiburan & Engagement
Bahkan untuk sektor non-hiburan, konten interaktif seperti kuis, video tutorial, atau webinar di website dapat meningkatkan engagement audiens. Pendekatan ini bisa membuat brand terasa lebih dekat dan relevan.
7. Platform Penjualan & Transaksi
Website e-commerce memungkinkan pelanggan memesan produk atau jasa. Dari katalog yang interaktif, keranjang belanja, hingga sistem pembayaran online semuanya saling terintegrasi.
Selain itu, website toko online juga bisa menampilkan testimoni hingga success story yang meningkatkan kepercayaan pembeli.
Tipe atau Jenis-Jenis Website
Website hadir dalam beragam bentuk tergantung dari tujuan yang ingin dicapai dan cara pembuatannya. Sama seperti memilih strategi bisnis, memilih jenis website yang tepat akan mempengaruhi hasil yang Anda peroleh di dunia digital.
1. Website Statis
Website statis terlihat sangat sederhana, biasanya tidak banyak mengandalkan animasi atau interaktif yang terlalu advance. Desain dan kontennya cenderung tetap dan menampilkan informasi yang sama bagi setiap pengunjung.
Jenis ini cocok untuk:
- Portofolio profesional (desainer, konsultan, arsitek)
- Katalog produk yang jarang berubah
- Profil perusahaan yang fokus pada informasi tetap
2. Website Dinamis
Website dinamis seperti toko yang raknya selalu berubah sesuai kebutuhan pelanggan. Kontennya bisa menyesuaikan waktu, lokasi, bahasa, hingga histori interaksi pengunjung. Website dinamis cenderung interaktif karena menggunakan teknologi yang lebih modern dibanding website statis.
Jenis ini sering digunakan untuk:
- E-commerce / toko online dengan stok dan promo yang terus diperbarui
- Portal pemesanan tiket (pesawat, konser, hotel)
- Platform komunitas & forum diskusi
- Media sosial dengan konten interaktif
Contoh Website Berdasarkan Fungsinya
1. Website E-commerce / Toko Online
Tempat terjadinya transaksi jual-beli secara digital. Contohnya Amazon, Tokopedia, atau Bukalapak, di mana pembeli dapat memesan produk, membayar, dan melacak pengiriman tanpa perlu datang ke toko fisik.
2. Website Portofolio
Digunakan individu maupun perusahaan untuk memamerkan karya dan pencapaian. Misalnya:
- Fotografer menampilkan hasil jepretan terbaik
- Desainer interior membagikan dokumentasi proyek
- Perusahaan konstruksi menampilkan proyek yang sudah rampung
3. Website Pendidikan
Menyediakan materi belajar seperti video kursus, e-book, kuis interaktif, hingga webinar. Cocok untuk lembaga pendidikan, pelatih profesional, atau platform kursus daring.
4. Website Blog
Berfungsi layaknya jurnal online yang menyajikan informasi terbaru, opini, atau tips bermanfaat. Banyak perusahaan menggunakan blog untuk mengedukasi pasar sekaligus menarik traffic dari Google melalui SEO.
5. Website Portal Berita
Versi digital dari koran atau majalah yang fokus pada berita terkini, analisis, dan laporan dari berbagai topik mulai dari politik, ekonomi, olahraga, hingga hiburan.
Mau Bikin Website Toko Online Tanpa Coding? Pakai Jubelio Store Aja!
Anda bisa memiliki toko online profesional tanpa harus mempelajari coding atau menyewa tim IT mahal.
Dengan Jubelio Store, Anda bisa membuat toko e-commerce hanya dengan drag & drop, sudah terintegrasi dengan metode pembayaran dan sistem pengiriman, jadi Anda bisa fokus berjualan saja.
Jika Anda termasuk bisnis yang besar, dengan menggunakan Jubelio Store, Anda juga bisa memanfaatkan sistem manajemen stok, sistem gudang, sistem katalog produk, sistem keuangan dan masih banyak lagi yang fungsinya untuk membantu operasional bisnis Anda secara otomatis.
Anda bisa mulai COBA GRATIS untuk bisnis Anda dengan klik tombol di bawah ini untuk uji coba!