Lewati ke konten
Jubelio Blog

Merdeka dari Rugi: Pakai Jubelio, Diskon  30%  Hari Ini! * 

Pakai Jubelio, Diskon 30% Hari Ini! *

Klaim Promonya

Jubelio Blog

Merdeka dari Rugi: Pakai Jubelio, Diskon  30%  Hari Ini! * 

Pakai Jubelio, Diskon 30% Hari Ini! *

Klaim Promonya

  • Insight Bisnis
    • Chat Commerce
    • Inventory Management
    • Logistik
    • Omnichannel
    • Software Kasir
    • Warehouse Management System
    • Strategi Marketing
    • Tips Marketplace
    • Website Online
  • Produk Update
  • Cerita Pebisnis
  • Solusi Bisnis
    • Software Retail
    • Software POS
    • Aplikasi Omnichannel Marketplace
    • Aplikasi Integrasi Marketplace
    • Aplikasi Inventory Management
    • Aplikasi Stok Barang
    • Aplikasi WMS
    • Aplikasi Akuntansi
    • Aplikasi Pembukuan
    • Aplikasi Stock Opname
    • Aplikasi Manajemen Order
  • Insight Bisnis
    • Chat Commerce
    • Inventory Management
    • Logistik
    • Omnichannel
    • Software Kasir
    • Warehouse Management System
    • Strategi Marketing
    • Tips Marketplace
    • Website Online
  • Produk Update
  • Cerita Pebisnis
  • Solusi Bisnis
    • Software Retail
    • Software POS
    • Aplikasi Omnichannel Marketplace
    • Aplikasi Integrasi Marketplace
    • Aplikasi Inventory Management
    • Aplikasi Stok Barang
    • Aplikasi WMS
    • Aplikasi Akuntansi
    • Aplikasi Pembukuan
    • Aplikasi Stock Opname
    • Aplikasi Manajemen Order
Search
COBA GRATIS
Insight Bisnis Omnichannel

Cara Mencocokkan Produk Marketplace ke SKU Master Tanpa Ribet

Penulis: Bayuaji

Diperbarui: Agustus 10, 2026

Cara Mencocokkan Produk Marketplace ke SKU Master Tanpa Ribet

Kelola Bisnis Pakai Jubelio →

Key Highlights
  • Saat bisnis berjualan di berbagai marketplace, webstore, dan toko offline, satu produk yang sama sering kali memiliki nama maupun SKU yang berbeda. Kondisi ini menyulitkan sinkronisasi data produk dan pengelolaan stok secara terpusat.
  • Master SKU berfungsi sebagai kode utama yang menghubungkan produk yang sama dari berbagai channel penjualan. Dengan satu identitas produk, seluruh transaksi dan stok dapat dikelola secara lebih akurat.
  • Melalui fitur Visual Matching Katalog di Jubelio, bisnis dapat mengidentifikasi SKU yang berbeda, merapikan katalog, dan menggabungkan SKU marketplace ke dalam satu Master SKU secara otomatis dan akurat.
Klik untuk Coba Gratis

Mengelola produk di satu toko mungkin masih terasa sederhana. Namun, ketika bisnis mulai berjualan di banyak marketplace, webstore, dan toko offline, pencatatan produk bisa menjadi jauh lebih kompleks.

Satu produk yang sama dapat memiliki nama, variasi, hingga kode SKU yang berbeda di setiap channel. Jika tidak dikelola dengan standar yang jelas, kondisi ini dapat menyebabkan stok tidak sinkron, produk tercatat ganda, kesalahan pengambilan barang, hingga pembatalan pesanan karena jumlah persediaan tidak akurat.

Dalam artikel ini, kita akan membahas pengertian SKU, masalah SKU yang umum dialami seller multichannel, cara membuat Master SKU, serta solusi untuk mempermudah pencocokan produk marketplace secara lebih cepat dan akurat.

Apa itu SKU?

SKU (Stock Keeping Unit) adalah kode unik yang digunakan bisnis untuk mengidentifikasi dan membedakan setiap produk berdasarkan karakteristik jenis, merek, warna, ukuran, atau variasi lainnya.

Sebagai contoh, satu model kaos memiliki tiga ukuran dan dua warna. Setiap kombinasi membutuhkan SKU berbeda:

  • Botol hitam ukuran M: BTL-HTM-M
  • Botol hitam ukuran L: BTL-HTM-L
  • Botol putih ukuran M: BTL-PTH-M

Dengan SKU, bisnis dapat melacak jumlah stok, penjualan, lokasi penyimpanan, serta pergerakan setiap variasi produk secara lebih akurat.

Penggunaan SKU juga membantu mencegah kesalahan saat proses pencarian barang, picking, packing, stock opname, dan pemrosesan pesanan.

SKU biasanya dibuat dan ditentukan sendiri oleh bisnis sesuai kebutuhan operasional. Hal ini berbeda dengan barcode yang umumnya digunakan untuk memindai produk menggunakan perangkat scanner.

Permasalahan SKU yang Sering Dialami Seller yang Memiliki Banyak Toko

Semakin banyak toko dan marketplace yang dikelola, semakin kompleks pula pengelolaan SKU. Setiap channel dapat memiliki format, nama, dan struktur SKU yang berbeda.

1. Format SKU Berbeda di Setiap Toko

Satu produk yang sama sering kali memiliki SKU berbeda di setiap marketplace. Misalnya, produk botol hitam ukuran L menggunakan kode BTL-HTM-L di satu toko, sedangkan di toko lain tercatat sebagai BOTOL-HITAM-L.

Perbedaan tersebut membuat sistem sulit mengenali bahwa kedua SKU mengacu pada produk yang sama yang mengakibatkan penjual harus melakukan pencocokan secara manual sebelum stok dan pesanan dapat dikelola secara terpusat.

2. SKU Kosong atau Tidak Diisi

Sebagian produk dapat terunggah tanpa SKU ketika katalog dibuat secara manual atau dipindahkan dari sistem lama.

SKU yang kosong menyulitkan penjual dalam mengidentifikasi produk, melacak stok, dan menghubungkan katalog antar-channel.

Masalah ini menjadi semakin rumit ketika toko memiliki ratusan hingga ribuan produk dengan banyak variasi.

3. Satu SKU Digunakan untuk Beberapa Produk

Kesalahan lain yang cukup sering terjadi adalah penggunaan satu kode SKU untuk dua atau lebih produk yang berbeda. Kondisi ini dapat membuat sistem mencatat penjualan dan stok pada produk yang salah.

Sebagai contoh, SKU yang sama digunakan untuk baju ukuran M dan ukuran L. Ketika terjadi penjualan, sistem berisiko mengurangi stok dari variasi yang tidak sesuai.

4. Satu Produk Memiliki Banyak SKU

Satu produk yang sama juga dapat memiliki beberapa SKU karena dibuat oleh admin, toko, atau tim yang berbeda yang membuat stok produk tersebut terbagi ke dalam beberapa pencatatan.

Penjual dapat mengira stok sudah habis di satu toko, padahal produk yang sama masih tercatat menggunakan SKU berbeda di toko lainnya.

5. Penamaan SKU Tidak Konsisten

SKU yang dibuat tanpa standar biasanya memiliki pola penamaan yang tidak seragam. Ada SKU yang menggunakan nama produk, angka acak, singkatan warna, atau kode dari supplier.

Ketidakkonsistenan ini membuat tim lebih sulit membaca SKU, mencari produk, melakukan pengecekan, serta mengidentifikasi kesalahan data.

Cara Mengatasi Permasalahan SKU dengan Membuat Master SKU

Master SKU adalah kode utama yang digunakan sebagai acuan untuk menghubungkan produk yang sama dari berbagai toko, marketplace, gudang, dan channel penjualan.

Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk membangun Master SKU.

1. Audit Seluruh SKU dari Setiap Toko

Langkah pertama adalah mengumpulkan seluruh data SKU dari marketplace, webstore, toko fisik, gudang, dan sistem lama yang digunakan.

Audit ini membantu penjual menemukan SKU kosong, SKU ganda, SKU dengan format yang berbeda, serta produk yang belum terhubung dengan benar.

2. Tentukan Standar Penulisan SKU

Bisnis perlu menetapkan struktur SKU yang konsisten dan mudah dipahami oleh tim. Format SKU sebaiknya menggambarkan identitas penting dari suatu produk.

Bisa gunakan format seperti ini: Kategori-Model-Warna-Ukuran

Standar ini perlu digunakan secara konsisten untuk seluruh produk baru agar masalah SKU tidak kembali terulang.

3. Buat Satu Master SKU untuk Setiap Variasi

Setiap variasi produk harus memiliki Master SKU yang berbeda. Warna, ukuran, motif, rasa, kapasitas, atau isi kemasan perlu diperlakukan sebagai unit stok tersendiri.

Misalnya, satu produk sepatu memiliki dua warna dan dua ukuran:

  • Botol hitam ukuran M: BTL-01-HTM-M
  • Botol hitam ukuran L: BTL-01-HTM-L
  • Botol putih ukuran M: BTL-01-PTH-M

4. Hubungkan SKU Toko ke Master SKU

Setelah Master SKU dibuat, seluruh SKU dari marketplace perlu dipetakan ke kode utama tersebut.

Contohnya:

Channel Penjualan SKU Toko Master SKU
Shopee KAOS-HITAM-M TS-001-BLK-M
Tokopedia TSHIRT-BLK-M TS-001-BLK-M
TikTok Shop TS01-HM TS-001-BLK-M

Meskipun kode SKU di setiap channel berbeda, seluruhnya tetap mengarah ke satu Master SKU. Ketika produk terjual di salah satu channel, stok pusat dapat langsung diperbarui.

5. Lakukan Sinkronisasi Stok Antar-Channel

Master SKU perlu dihubungkan dengan sistem sinkronisasi stok. Setiap transaksi dari marketplace akan mengurangi stok pada Master SKU yang sama.

Misalnya, stok produk dengan Master SKU TS-001-BLK-M tersedia sebanyak 50 unit. Ketika 3 unit terjual di Shopee, stok pusat menjadi 47 dan jumlah yang tersedia di channel lain ikut diperbarui.

Cara ini membantu mengurangi risiko overselling, pembatalan pesanan, dan selisih stok antar toko.

Permudah Pencocokan Produk Marketplace ke SKU Master Lewat Visual Matching Jubelio

Dengan menggunakan fitur Visual Matching katalog di Jubelio, kamu dapat memilih dan merapikan produk-produk yang SKU-nya perlu digabungkan berdasarkan hasil rekomendasi dari sistemnya.

Adanya sistem ini, membantu kamu untuk mengatasi SKU yang berbeda atau duplikat yang dapat menyebabkan kesulitan dalam melakukan proses perekapan jumlah stok yang ada di marketplace.

Kamu bisa coba fitur pencocokan SKU / visual matching katalog di Jubelio secara GRATIS sekarang juga!

Daftar Isi
Homepage
Platform Omnichannel #1 di Indonesia

Satu solusi untuk seluruh operasional penjualan online dan offline, kini bisa dikelola lebih cepat dan akurat.

Coba Gratis
Bagikan Artikel Ini

Rayakan 30% Promo Kemerdekaan dengan Pakai Sistem Penjualan

Dari pengelolaan pesanan, stok, gudang, hingga pengiriman langsung dari Jubelio.

Klaim Diskon

Semua Channel Penjualan, Cuma dari Satu Dashboard pakai Jubelio Omnichannel

Satu solusi untuk seluruh operasional penjualan online dan offline, kini bisa dikelola lebih cepat dan akurat.

Coba Gratis

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan (FAQ)

1. Apa itu SKU?

SKU atau Stock Keeping Unit adalah kode unik yang digunakan bisnis untuk mengidentifikasi dan membedakan setiap produk berdasarkan karakteristik seperti jenis, merek, warna, ukuran, model, atau variasi lainnya.

2. Apa fungsi SKU dalam bisnis?

SKU berfungsi untuk membantu bisnis melacak stok, penjualan, lokasi penyimpanan, pergerakan barang, hingga proses picking, packing, stock opname, dan pemrosesan pesanan.

3. Apa masalah SKU yang sering dialami seller marketplace?

Masalah yang sering terjadi antara lain format SKU berbeda di setiap toko, SKU kosong, satu SKU digunakan untuk beberapa produk, satu produk memiliki banyak SKU, dan penamaan SKU tidak konsisten.

4. Apa dampak jika satu produk memiliki SKU berbeda di setiap channel?

Dampaknya, stok bisa tidak sinkron, produk tercatat ganda, laporan penjualan tidak akurat, dan tim harus mencocokkan produk secara manual.

5. Apa itu Master SKU?

Master SKU adalah kode utama yang digunakan sebagai acuan untuk menghubungkan produk yang sama dari berbagai toko, marketplace, gudang, dan channel penjualan.

6. Apa fungsi Master SKU?

Master SKU berfungsi untuk menyatukan berbagai SKU toko atau marketplace ke dalam satu identitas produk utama, sehingga stok dan pesanan dari berbagai channel bisa dikelola lebih terpusat.

7. Kenapa seller multichannel perlu menggunakan Master SKU?

Karena satu produk yang sama bisa memiliki SKU berbeda di Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, webstore, dan toko offline. Dengan Master SKU, semua SKU tersebut dapat diarahkan ke satu produk utama yang sama.

8. Bagaimana Visual Matching SKU di Jubelio membantu seller?

Visual Matching SKU di Jubelio membantu memberikan rekomendasi pencocokan produk yang SKU-nya perlu digabungkan, sehingga seller tidak perlu mencocokkan seluruh SKU secara manual satu per satu.

Bagikan Artikel Ini

Artikel Terkait

Aplikasi Chatbot Terbaik untuk Tingkatkan Kepuasan Pelanggan
Chat Commerce

12 Aplikasi Chatbot Terbaik untuk Tingkatkan Kepuasan Pelanggan

Agustus 5, 2026
AI Sales Agent Terbaik untuk Tingkatkan Penjualan
Chat Commerce

10 Rekomendasi AI Sales Agent Terbaik untuk Tingkatkan Penjualan

Agustus 4, 2026
aplikasi pos terbaik
Insight Bisnis

21 Aplikasi POS (Point of Sales) Terbaik di Indonesia Untuk Usaha

Juli 21, 2026
Show More Post
  • Jubelio
  • Insight Bisnis
  • Cara Mencocokkan Produk Marketplace ke SKU Master Tanpa Ribet

Solusi

  • Software Retail
  • Software POS
  • Aplikasi Omnichannel Marketplace
  • Aplikasi Integrasi Marketplace
  • Aplikasi Inventory Management
  • Aplikasi Stok Barang
  • Aplikasi WMS
  • Aplikasi Akuntansi
  • Aplikasi Pembukuan
  • Aplikasi Stock Opname
  • Aplikasi Manajemen Order

Fitur

  • Replenishment Stok
  • Manajemen Lokasi Gudang
  • Persentase Stok
  • Stok Menipis
  • Metode FEFO
  • Stock Opname
  • Stok Cadangan
  • Toko Prioritas

Perusahaan

  • Tentang Jubelio
  • Event & Promo
  • Karir
  • Hubungi Kami

Kebijakan Kami

  • Syarat & Ketentuan
  • Privasi & Keamanan Data

Resources

  • Bantuan
  • Dokumentasi API
  • E-book dan Whitepaper
  • Blog
  • FAQ

PT. Guardia Teknologi Indonesia

Sampoerna Strategic Square North Tower Lt. 16, Jl. Jend. Sudirman Kav 45-46, Karet Semanggi, Kota Administrasi Jakarta Selatan.

Layanan Pengaduan Konsumen JUBELIO
Email : [email protected]
Instagram Facebook Linkedin Youtube
©2023-2026 PT. Guardia Teknologi Indonesia
  • Insight Bisnis
    • Chat Commerce
    • Inventory Management
    • Logistik
    • Omnichannel
    • Software Kasir
    • Warehouse Management System
    • Strategi Marketing
    • Tips Marketplace
    • Website Online
  • Produk Update
  • Cerita Pebisnis
  • Solusi Bisnis
    • Software Retail
    • Software POS
    • Aplikasi Omnichannel Marketplace
    • Aplikasi Integrasi Marketplace
    • Aplikasi Inventory Management
    • Aplikasi Stok Barang
    • Aplikasi WMS
    • Aplikasi Akuntansi
    • Aplikasi Pembukuan
    • Aplikasi Stock Opname
    • Aplikasi Manajemen Order
COBA GRATIS
Klaim Promo