Mengelola produk di berbagai marketplace sering kali terlihat sederhana, sampai bisnis menemukan bahwa satu produk yang sama memiliki kode SKU yang berbeda di setiap channel penjualan.
Masalah ini biasanya muncul karena tidak adanya standar penulisan SKU, produk diunggah oleh tim yang berbeda, atau data berasal dari sistem lama.
Karena itu, bisnis membutuhkan Master SKU sebagai identitas utama yang dapat menghubungkan seluruh SKU marketplace ke satu produk yang sama.
Apa yang dimaksud dengan SKU Produk?
SKU (Stock Keeping Unit) adalah kode unik yang digunakan bisnis untuk membedakan dan mengidentifikasi setiap produk beserta variasinya dalam sistem persediaan.
Setiap variasi produk biasanya memiliki SKU yang berbeda. Contohnya:
- Kaos Hitam ukuran S: KSH-BLK-S
- Kaos Hitam ukuran M: KSH-BLK-M
- Kaos Putih ukuran M: KSH-WHT-M
Penyebab Perbedaan SKU yang Tidak Seragam Antar Marketplace
Perbedaan SKU pada produk yang sama biasanya terjadi karena setiap marketplace atau tim membuat kode produk dengan standar yang berbeda.
Contohnya:
- Marketplace A: Celana Hitam Small -> CLN-HTM-S
- Marketplace B: Celana Hitam Small -> CEL-BLK-S
Keduanya merujuk pada produk dan variasi yang sama namun menggunakan singkatan yang berbeda:
- CLN dan CEL sama-sama berarti celana
- HTM dan BLK sama-sama berarti hitam
- S berarti ukuran small
1. Tidak ada standar SKU yang seragam
Setiap tim atau admin toko membuat format SKU berdasarkan kebiasaannya sendiri. Ada yang menggunakan bahasa Indonesia, sementara yang lain menggunakan bahasa Inggris.
2. Produk diunggah oleh orang yang berbeda
Marketplace A mungkin dikelola oleh admin pertama, sedangkan marketplace B dikelola oleh admin lain. Tanpa panduan SKU yang sama, kode yang dibuat bisa berbeda.
3. Produk dibuat pada waktu yang berbeda
Produk di marketplace A mungkin sudah dibuat lebih dahulu. Ketika membuka toko di marketplace B, admin membuat SKU baru tanpa mengecek kode produk yang sudah ada.
4. Migrasi dari sistem lama
Bisnis yang sebelumnya menggunakan Excel, sistem kasir, atau aplikasi lain mungkin memiliki format SKU berbeda. Saat data dipindahkan ke marketplace baru, SKU lama dan SKU baru tidak diseragamkan.
5. Tidak menggunakan Master SKU
Bisnis belum memiliki satu kode utama yang dijadikan acuan untuk seluruh channel penjualan. Akibatnya, setiap marketplace memiliki versi SKU sendiri untuk produk yang sama.
Cara Membuat Master SKU pada Produk
1. Tentukan informasi yang akan dimasukkan
Pilih atribut produk yang paling penting untuk membedakan setiap variasi, misalnya jenis produk, nama / model, warna, dan ukuran.
2. Tentukan format SKU yang konsisten
Buat susunan kode yang sama untuk seluruh produk.
Contoh format:
KATEGORI-MODEL-WARNA-UKURAN
Contoh produk celana hitam ukuran small kodenya menjadi sepert ini CLN-001-HTM-S
3. Pastikan setiap Master SKU unik
Satu Master SKU hanya boleh digunakan untuk satu produk atau satu variasi. Kesamaan tersebut dapat menyebabkan stok, pesanan, dan laporan produk tercampur.
4. Petakan SKU marketplace ke Master SKU
SKU di marketplace tidak selalu harus langsung diubah. SKU tersebut dapat dipetakan ke satu Master SKU.
Contoh:
| Channel | SKU Channel | Master SKU |
|---|---|---|
| Tokopedia | CLN-HTM-S | CLN-001-HTM-S |
| Shopee | CEL-BLK-S | CLN-001-HTM-S |
| Web Store | PANTS-BLACK-S | CLN-001-HTM-S |
Rapikan Semua SKU di Marketplace dengan Fitur Visual Matching SKU di Jubelio

Membuat Master SKU secara manual bisa menjadi tantangan ketika bisnis memiliki ribuan produk yang tersebar di berbagai marketplace.
Satu produk yang sama dapat tercatat dengan format SKU berbeda, sehingga tim perlu mengecek dan mencocokkannya satu per satu.
Melalui fitur Visual Matching, sistem dapat membantu mengidentifikasi SKU yang merujuk pada produk yang sama, kemudian menggabungkannya ke dalam satu Master SKU.
Dengan begitu, pengelolaan stok, pesanan, dan data produk dari seluruh channel dapat tetap terhubung dalam satu identitas produk yang konsisten.
Kamu bisa coba kelola produk SKU menggunakan Visual Matching SKU di Jubelio secara GRATIS!