Micro Fulfillment Center (MFC) merupakan gudang kecil yang bisa menjadi solusi terbaik untuk mempercepat proses pengiriman produk di kota-kota besar.
Dengan menggunakan MFC maka bisa mengatasi berbagai macam tantangan logistik di kota besar seperti lalu lintas padat, ruang terbatas serta permintaan konsumen yang tinggi.
Agar bisa menggunakan MFC secara maksimal maka perlu mempelajari cara kerjanya dulu dan tahu cara penerapannya dengan benar. Penjelasan mengenai cara kerja serta penerapannya bisa dilihat selengkapnya berikut ini.
Mengenal Cara Kerja Micro Fulfillment Center
Untuk bisa memaksimalkan fungsi MFC maka harus bagaimana MFC bekerja. Untuk cara kerjanya sendiri cukup sederhana, berikut penjelasannya.
1. Penerimaan Produk
Sebelum dilakukannya pengiriman produk, akan dilakukan penerimaan produk terlebih dahulu dari gudang pusat atau dari pemasok. Pengiriman produk ini dilakukan melalui transportasi udara atau darat menuju lokasi MFC.
Setelah produk sudah tiba semuanya di MFC, kemudian produk akan diperiksa dan dicatat secara otomatis dengan memanfaatkan sistem manajemen gudang.
Pada saat proses ini, ada beberapa teknologi yang digunakan, diantaranya adalah sistem barcode untuk mengidentifikasi produk dan conveyor belt otomatis untuk menerima produk secara otomatis.
2. Penyimpanan Produk
Produk yang sudah masuk ke dalam MFC akan langsung disimpan di rak-rak yang sudah tersedia. Proses ini umumnya sudah tidak lagi memakai cara manual, kebanyakan sudah memakai sistem otomatis.
Contohnya penggunaan robot yang bisa mengambil produk, rak otomatis yang dapat diatur berdasarkan volume produk dan sistem manajemen stok barang yang bisa update stok barang saat ada produk baru masuk atau produk keluar.
3. Pemantauan Persediaan Produk
Produk yang ada di gudang akan dipantau secara real time menggunakan sistem canggih. Sistem yang digunakan bisa memastikan stok produk sudah tersusun dengan baik dan akan segera diisi ulang ketika produk sudah habis.
Data-data persediaan produk yang tersimpan di sistem sangatlah akurat sehingga tidak ada kesalahan ketika pengelolaan stok produk dilakukan.
Selain itu, MFC juga banyak yang menggunakan teknologi internet of things yang bisa dimanfaatkan untuk memantau kelembaban dan suhu produk.
4. Menerima Pesanan
Ketika pelanggan memesan produk melalui toko online atau e-commerce maka data pesanannya akan langsung masuk ke sistem yang digunakan MFC.
Sistem akan secara otomatis menampilkan informasi mengenai produk yang dipesan, contohnya lokasi produk. Instruksi atau notifikasi pengambilan akan langsung disampaikan ke staf atau ke robot agar produk segera diambil.
5. Pengambilan Produk
Setelah memperoleh pesanan, selanjutnya staf manusia atau robot akan mengambil produk sesuai instruksi yang diberikan sistem. Kalau sudah menggunakan robot biasanya robot akan langsung bergerak di jalur yang sudah ditentukan untuk mengumpulkan semua produk pesanan.
Proses pengambilan produk ini jarang sekali mengalami kesalahan karena sistem RFID dan barcode yang digunakan MFC sudah memastikan produk yang diambil sesuai dengan pesanan pelanggan.
Untuk produk khusus, seperti produk ukuran besar yang tidak bisa diambil oleh robot akan diambil staf manusia mengikuti panduan dari sistem.
6. Pengemasan Produk
Setelah semua produk pesanan sudah diambil dari gudang, selanjutnya dilakukan pengemasan produk. Proses pengemasan ini dilakukan menggunakan dua metode yaitu semi otomatis dan otomatis. Kalau untuk metode otomatis biasanya
Setelah produk diambil, tahap berikutnya adalah pengemasan. Pada MFC, pengemasan biasanya dilakukan secara otomatis atau semi-otomatis, tergantung pada jenis produk dan volume pengiriman.
Produk dengan ukuran kecil dan volume tidak terlalu banyak biasanya dikemas secara otomatis. Sedangkan produk dalam volume besar dikemas semi otomatis.
Produk nantinya akan dikemas menggunakan bahan pelindung yang dapat melindungi dari kerusakan akibat benturan atau jatuh. Setelah selesai dikemas, produk akan langsung diberikan label pengiriman yang dicetak serta ditempelkan secara otomatis.
Saat semuanya sudah selesai, sistem akan memastikan bahwa pesanan produk sudah lengkap dan benar sebelum nantinya akan dikirim ke pelanggan.
7. Pengiriman Produk
Keuntungan menggunakan Micro Fulfillment Center adalah merasakan kemudahan saat mengirim produk. Kemudahan ini dirasakan karena MFC ada di lokasi yang strategis yaitu di lokasi yang dekat jantung kota dan dekat dengan jalan. Berkat lokasi strategis, pengiriman produk bisa selesai dalam hitungan jam.
Barang pesanan biasanya dikirim memakai kendaraan otonom dan jasa kurir. Ketika produk sudah dikirim, konsumen akan mendapatkan resi pengiriman yang bisa membuat konsumen dapat memantau posisi produk secara real time.
Tips Implementasi Micro Fulfillment Center agar Bisnis Cepat Berkembang
Setelah mengetahui langkah kerjanya, selanjutnya tinggal mempelajari bagaimana cara terbaik untuk menerapkan MFC. Agar bisa mendapatkan apa yang diharapkan sebaiknya ikuti tips implementasi MFC berikut ini.
1. Analisis Kebutuhan Bisnis
Untuk bisa memperoleh MFC yang fiturnya lengkap maka perlu menganalisis kebutuhan bisnis terlebih dahulu. Anda harus bisa menjawab beberapa pertanyaan seperti apa saja produk yang akan disimpan dan kirim melalui MFC dan berapa jumlah anggaran yang dimiliki untuk pengadaan sistem dan operasional bisnis. Kalau sudah tahu kebutuhan maka lebih mudah dalam menentukan fitur MFC.
2. Memilih Lokasi yang Strategis
Pemilihan lokasi wajib dilakukan dengan penuh perhitungan karena lokasi yang dipilih bisa sangat mempengaruhi biaya logistik dan efektivitas pengiriman produk.
Agar pengiriman produk berjalan lancar dan biaya logistik tidak terlalu mahal sebaiknya pilih lokasi yang aksesnya mudah, berdekatan dengan pusat kota, pemukiman penduduk dan mempunyai infrastruktur yang memadai. Lokasi yang strategis akan memastikan pengiriman cepat dan efisien, serta meminimalkan waktu transit.
3. Lakukan Pengaturan dengan Benar
Setelah menemukan lokasi yang strategis, selanjutnya tinggal melakukan pengaturan MFC dengan benar. Anda harus mempersiapkan beberapa hal untuk bisa memakai MFC, diantaranya adalah fasilitas penerimaan produk, ruang pengemasan dan pengiriman, sistem pemesanan conveyor belt dan lain sebagainya.
4. Gunakan Teknologi WMS yang Tepat
Keberhasilan MFC tergantung dari teknologi otomasi yang digunakan. Kalau ingin semuanya berjalan lancar sebaiknya gunakan WMS atau Warehouse Management System. Sistem ini bisa mempermudah pengguna dalam mengelola inventaris atas stok produk secara real time
Kalau ingin menggunakan WMS sebaiknya pilih penyedia sistem yang sudah terpercaya dan mampu menyediakan sistem dengan fitur lengkap dan biaya terjangkau. Salah satu penyedia WMS yang pantas untuk dipilih adalah Software WMS Jubelio.