Sortir pastinya hanya bisa dilakukan oleh petugas-petugas yang sudah hafal dengan kode-kode dan berbagai hal lainnya. Sebab, sortir bukanlah kegiatan yang dilakukan secara sembarangan.
Mau tahu penjelasan lengkapnya mengenai sortir? Yuk! simak artikel ini sampai selesai ya.
Apa Itu Sortir?
Sortir artinya adalah memisahkan antara barang yang kualitasnya bagus dengan barang yang kualitasnya kurang bagus.
Dalam hal ini, tujuan dilakukannya sortir adalah agar bisa memberikan harga yang berbeda karena kualitasnya juga berbeda.
Sortir adalah proses yang tidak bisa dilewatkan karena berpengaruh besar terhadap kelancaran arus pengiriman barang.
Dalam kasus seperti ini, seller adalah orang yang melakukan sortir.
Sedangkan kalau dalam dunia pengiriman logistik, maka sortir adalah kegiatan untuk memisahkan barang sesuai dengan alamat tujuan barang.
Dalam kalimat yang lain, sortir berarti proses pemisahan barang dengan berdasarkan pada daerah yang menjadi tujuan pengirimannya.
Jadi memang, sebelum barang tersebut dikirimkan langsung ke alamat yang dituju, akan melalui proses sortir terlebih dahulu.
Proses sortir ini akan dilakukan langsung oleh kurir dan dalam proses ini pula akan diperiksa apakah barang tersebut kondisinya masih bagus atau tidak.
Tujuan Sortir Barang
Tujuan dari sortir barang adalah untuk memastikan pengelolaan stok berjalan efisien dan terkendali.
Menjaga kualitas barang
Sortir membantu memisahkan barang yang layak jual dengan barang rusak, cacat, atau kadaluwarsa sehingga kualitas produk yang sampai ke pelanggan tetap terjamin.
Mencegah kesalahan pengiriman
Dengan sortir yang tepat, risiko salah kirim jenis, jumlah, atau kondisi barang dapat diminimalkan.
Mengoptimalkan pengelolaan stok
Sortir memudahkan penerapan metode seperti FIFO atau FEFO agar perputaran barang lebih terkontrol dan tidak menumpuk.
Meningkatkan efisiensi operasional
Barang yang sudah tersortir lebih mudah disimpan, dicari, dan diambil, sehingga proses kerja di gudang menjadi lebih cepat.
Mengurangi kerugian dan pemborosan
Barang rusak atau mendekati kadaluwarsa dapat segera ditangani, dijual cepat, atau dikembalikan ke supplier.
Memudahkan pencatatan dan pelaporan
Sortir membuat data stok lebih rapi dan akurat, sehingga mendukung laporan inventory dan pengambilan keputusan.
Mendukung kepuasan pelanggan
Pelanggan menerima barang yang sesuai pesanan dalam kondisi baik dan tepat waktu.
Baca juga: 6 Trik Mempercepat Cara Pengambilan Barang di gudang
Proses Sortir Barang di Gudang Logistik
Sortir menjadi satu kegiatan yang memerlukan ketelitian dan proses sortir juga dilakukan melalui tahapan tertentu yang harus diperhatikan kurir supaya tidak ada kesalahan pengiriman barang.
Berikut ini, proses sortir barang yang biasanya dilakukan di dalam gudang logistik.
1. Memisahkan Barang yang Sesuai Dengan Tujuan
Pertama, kurir harus melihat atau mengecek alamat tujuan paket.
Nantinya, paket tersebut akan dipisahkan dari paket lain yang wilayah tujuan pengirimannya berbeda.
Dalam tahap ini, tentunya kurir harus jeli dalam melihat alamat pengiriman tersebut.
Tujuannya supaya paket tidak ditempatkan dan dikelompokkan dalam wilayah tujuan yang salah.
Dalam tahap ini pula, penting bagi kurir atau petugas gudang untuk melihat resi pengiriman yang umumnya langsung ditempelkan pada paket atau barang yang akan dikirim.
Biasanya pula, paket tadi tidak akan langsung disortir berdasarkan tujuan akhir. Melainkan hanya dipilih berdasarkan provinsi dan kota.
Baru yang paling terakhir akan dikelompokkan dengan alamat detailnya. Hal ini sengaja dilakukan supaya waktu serta proses sortir berlangsung lebih efektif.
2. Mencantumkan Three Letter Code
Proses sortir barang atau paket biasanya tidak hanya dengan mengandalkan resi, melainkan juga dengan melihat Three Letter Code.
Ini adalah tiga huruf yang menjadi kode kota tujuan pengiriman.
Adanya kode ini tentu saja bertujuan untuk mempermudah proses sortir barang sehingga dapat dikirimkan sesuai dengan alamat tujuan.
Dengan demikian, pengiriman barang bisa segera dilakukan.
Biasanya kode ini akan ditampilkan dalam warna merah atau warna lainnya dengan ukuran yang lebih besar sehingga lebih mencolok.
Oleh sebab itu, penting bagi petugas atau kurir mengetahui makna dari kode-kode tersebut supaya tidak keliru dalam memisahkan barang.
Contoh dari Three Letter Code, diantaranya:
- MLG = Malang
- DPK = Depok
- BDG = Bandung
- JKT = Jakarta
3. Menempatkan Barang di Gudang
Jika tahap 2 di atas sudah selesai dilakukan, maka barang-barang akan dipindahkan ke dalam gudang. Nantinya, barang tersebut akan disortir lagi berdasarkan alamat tujuan.
Dilakukannya proses ini juga tidak lain supaya tidak ada barang lain yang kodenya berbeda ikut tercampur.
4. Persiapan Pengiriman Barang
Setelah itu, barang akan disiapkan untuk dikirimkan. Biasanya pada tahap ini akan dilakukan cross check terhadap dokumen terkait barang yang hendak dikirimkan. Pengecekan tersebut akan dilakukan sebelum barang dikeluarkan dari gudang.
Terkadang pada tahapan ini juga akan dilakukan proses packing. Ini adalah proses di mana paket akan dibungkus menggunakan bahan pelindung seperti bubble wrap, kardus bahkan kayu untuk meningkatkan keamanan barang yang dikirimkan.
5. Tahap Akhir atau Finishing
Terakhir, ada tahap finishing yang menjadi tanda bahwasanya barang sudah siap dikirim. Dalam tahap ini, barang biasanya tidak disortir lagi. Tahap finishing dilakukan dengan cara mengecek resi barang dan menyerahkan surat jalan bagi driver agar barang segera dibawa ke kota tujuan pengiriman.
Jadi sudah jelas ya, pada intinya sortir adalah kegiatan memilah barang disesuaikan dengan wilayah tujuan pengiriman. Kegiatan ini akan dilakukan oleh kurir di gudang yang menjadi tempat sortir.
Dalam pelaksanaannya, kurir juga harus memperhatikan tahapan-tahapan sortir agar tidak keliru mengelompokkan barang ke wilayah tujuan yang salah.
Jenis Cara Sortir Barang
1. Sortir Berdasarkan Kondisi Barang
Sortir ini dilakukan untuk memisahkan barang layak jual dan tidak layak jual. Barang dicek apakah rusak, cacat, kadaluwarsa, atau masih dalam kondisi baik. Biasanya dilakukan saat penerimaan barang atau sebelum pengiriman.
2. Sortir Berdasarkan Tanggal (FIFO / FEFO)
Sortir dilakukan berdasarkan tanggal masuk atau tanggal kadaluwarsa.
- FIFO (First In First Out): barang yang masuk lebih dulu dikeluarkan lebih dulu.
- FEFO (First Expired First Out): barang yang masa kadaluwarsanya paling dekat dikeluarkan lebih dulu.
3. Sortir Berdasarkan Jenis atau Kategori Barang
Barang dikelompokkan berdasarkan jenis, merek, ukuran, warna, atau fungsi. Cara ini memudahkan penyimpanan, pencarian, dan pengambilan barang di gudang.
4. Sortir Berdasarkan Lokasi Penyimpanan
Barang disortir sesuai rak, zona, atau kode lokasi tertentu. Metode ini membantu mempercepat proses picking dan meminimalkan kesalahan pengambilan barang.
5. Sortir Berdasarkan Permintaan atau Prioritas
Barang dipisahkan berdasarkan barang cepat laku (fast moving), lambat laku (slow moving), atau pesanan prioritas tinggi. Biasanya digunakan untuk meningkatkan kecepatan pengiriman.
6. Sortir Berdasarkan Status Barang
Barang disortir berdasarkan statusnya, seperti stok siap jual, barang retur, barang karantina, atau stok cadangan, agar tidak tercampur dan salah distribusi.
Permudah Proses Sortir Barang dengan menggunakan Sistem Jubelio
Kelola semua produk barang Anda dengan menggunakan sistem Jubelio untuk mempermudah proses penerimaan, penyimpanan, pendataan hingga pengiriman barang ke konsumen.
Anda bisa Jubelio secara GRATIS! dengan klik tombol di bawah ini!