Agar barang atau jasa yang ditawarkan suatu bisnis dapat dikenal dan digunakan banyak orang, maka kamu harus melakukan promosi produk bukan ?
Sebab, adanya teknik promosi kamu dapat meningkatkan brand awareness sehingga mereka tahu produk yang kamu jual.
Tapi sebelum itu, kamu memerlukan yang namanya strategi marketing agar tujuan kamu bisa tercapai.
Pengertian Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran adalah keseluruhan strategi yang dirancang untuk mempromosikan produk atau jasa oleh suatu perusahaan untuk meningkatkan penjualan.
Melakukan promosi barang, tentu saja bukan hal yang mudah apalagi kamu juga harus menyeimbangkannya dengan pengeluaran serta pendapatan bisnis.
Kalau kamu tidak hati-hati, bisa jadi bisnis kamu malah mengalami kerugian. Maka dari itu, artikel kali ini akan membahas mengenai strategi pemasaran produk yang tepat simak sampai selesai ya.
Perbedaan Strategi Pemasaran Online dan Offline
Strategi pemasaran online memanfaatkan platform digital seperti website, media sosial, mesin pencari, dan email untuk menjangkau audiens secara luas dan terukur.
Sementara itu, strategi pemasaran offline lebih fokus pada interaksi langsung seperti event, promosi di toko, atau aktivitas lapangan.
Di era digital saat ini, pemasaran online menjadi pilihan utama karena lebih fleksibel, dapat menjangkau pasar tanpa batas wilayah, dan performanya bisa dianalisis secara real-time.
Namun, kombinasi strategi online dan offline tetap diperlukan agar brand terlihat konsisten di berbagai touchpoint pelanggan.
10 Strategi Pemasaran Online untuk Bisnis
Ada berbagai strategi marketing online yang bisa kamu gunakan, terlebih lagi di era sekarang ini lebih banyak orang yang memilih untuk mencari tahu melalui gadget.

Berikut ini strategi digital marketing yang bisa kamu gunakan pada bisnis, diantaranya:
- Content Marketing, strategi ini berfokus pada pembuatan informasi atau konten yang relevan dengan kebutuhan audiens.
- Paid Marketing, dimana kamu harus menargetkan iklan kepada customer dan prospek berdasarkan minat, tujuan, atau interaksi mereka dengan brand.
- Organic Marketing adalah strategi pemasaran yang sering dimanfaatkan oleh perusahaan, biasanya dipakai untuk mengarahkan trafik situs, menghasilkan leads dan meningkatkan conversion.
- Social Media Marketing adalah strategi yang bisa digunakan dan efektif, karena dapat menjangkau audiens lebih cepat tanpa dibatasi ruang dan waktu. Terlebih lagi, bisa membangun hubungan yang interaktif dan rasa percaya pada customer.
- SEM (Search Engine Marketing), untuk meningkatkan trafik website kamu bisa menggunakan iklan online berbayar. Supaya saat pencarian di search engine ketika audiens mencari suatu keyword yang terkait dengan produk atau layanan mereka dicari, website kamu bisa muncul.
- SEO adalah proses meningkatkan trafik website, dengan cara memastikan laman situs tersebut muncul di pencarian teratas diantara hasil pencarian pada search engine seperti Google, Bing, Yahoo, dll.
- Earned Media adalah sebuah strategi pemasaran yang jadi dalam bentuk publikasi brand, seperti liputan media, review produk, share, atau konten-konten lainnya.
- Guerilla Marketing, Kalau kamu sering mengadakan offline marketing, maka strategi ini patut dicoba. Dimana, taktik pemasaran ini mengharuskan perusahaan untuk menggunakan elemen kejutan dan interaksi nonkonvensional ketika mempromosikan produk.
- Email Marketing, Kamu bisa mengirimkan email kepada pelanggan sebagai langkah untuk promosikan produk tapi pastikan judul dan isi konten agar menarik, atau jadwal pengirimannya.
- Event Marketing, dengan menyelenggarakan sebuah acara, kamu dapat mengundang audiens dan leads, untuk melakukan face-to-face marketing. Selain itu, kamu juga bisa meningkatkan brand awareness sekaligus memberikan produk dan layanan secara langsung ke customer.
Kesalahan Umum dalam Menjalankan Strategi Pemasaran Produk
Banyak bisnis merasa sudah “promosi terus”, tapi penjualan tetap stagnan. Seringnya masalah bukan di produknya, melainkan di strateginya. Berikut kesalahan yang paling sering terjadi, lengkap dengan penyebab dan cara memperbaikinya.
1 Target pasar terlalu umum
Kesalahan paling mendasar adalah menargetkan “semua orang”. Akibatnya, pesan promosi jadi generik dan tidak terasa relevan untuk siapa pun. Misalnya kamu jual gamis, tapi konten dan iklannya menargetkan semua usia dan semua kebutuhan—hasilnya budget iklan cepat habis, tapi konversi kecil.
Cara memperbaiki: buat target lebih spesifik berdasarkan usia, lokasi, daya beli, kebutuhan (untuk kerja/kajian/acara), dan preferensi (model syar’i, casual, premium). Semakin spesifik targetnya, semakin mudah kamu bikin penawaran yang “ngena”.
2 Fokus promosi, tapi value produk tidak jelas
Banyak bisnis rajin diskon, tapi tidak pernah menjelaskan kenapa produk ini layak dibeli selain harga murah. Akhirnya brand kamu dianggap “murahan” atau hanya dibeli saat promo.
Cara memperbaiki: perjelas value proposition: kualitas bahan, keunggulan jahitan, kelebihan dibanding kompetitor, garansi, testimoni, dan benefit nyata. Promosi yang kuat itu bukan cuma “murah”, tapi “murah + alasan yang masuk akal”.
3 Menghabiskan budget tanpa menghitung ROI
Sering terjadi: sudah bayar influencer, pasang iklan, ikut event—tapi tidak ada pencatatan hasilnya. Akibatnya kamu tidak tahu strategi mana yang benar-benar menghasilkan penjualan.
Cara memperbaiki: sejak awal tentukan metrik: biaya per klik (CPC), biaya per lead (CPL), biaya per pembelian (CPA), omzet, dan margin. Kalau angka ROI tidak masuk, kamu bisa stop atau ubah strategi sebelum rugi besar.
4 Tidak konsisten dan terlalu cepat menyerah
SEO, content marketing, atau membangun komunitas tidak bisa “langsung jadi” dalam seminggu. Banyak yang baru posting beberapa kali lalu berhenti karena merasa tidak ada hasil.
Cara memperbaiki: buat jadwal yang realistis (misal 3–5 konten/minggu) dan ukur progres bulanan. Konsistensi membangun awareness, dan awareness adalah bahan bakar konversi.
5 Mengandalkan satu channel saja
Misalnya hanya jualan di marketplace, atau hanya mengandalkan Instagram. Kalau algoritma turun, akun kena limit, atau biaya iklan naik—penjualan bisa langsung drop.
Cara memperbaiki: sebar channel: marketplace + social media + WhatsApp + website + email. Tujuannya bukan sekadar “hadir di mana-mana”, tapi punya cadangan sumber penjualan kalau salah satu channel melemah.
6 Tidak membangun funnel (semua langsung disuruh beli)
Kesalahan umum: konten kamu isinya hard selling terus. Padahal sebagian besar audiens belum siap beli sekarang. Mereka butuh edukasi, perbandingan, dan bukti sosial sebelum transaksi.
Cara memperbaiki: gunakan funnel:
- Awareness: edukasi masalah & kebutuhan
- Consideration: perbandingan, testimoni, demo, FAQ
- Conversion: promo, bundling, garansi, CTA jelas
Dengan funnel, audiens yang belum siap beli tetap bisa kamu “hangatkan”.
7 Copywriting dan CTA kurang kuat
Sudah bikin konten bagus, tapi ajakannya lemah. Contoh: “Silakan cek produk kami” terlalu datar. Atau CTA-nya tidak jelas (link tidak ada, langkah beli rumit).
Cara memperbaiki: buat CTA spesifik dan mudah dilakukan, misalnya:
- “Klik untuk lihat katalog & harga”
- “Chat untuk rekomendasi ukuran”
- “Ambil promo hari ini (stok terbatas)”
8 Tidak memanfaatkan data pelanggan
Banyak bisnis tidak menyimpan data pembeli, tidak segmentasi, dan tidak melakukan follow-up. Padahal jualan ke pelanggan lama biasanya lebih murah dibanding cari pelanggan baru.
Cara memperbaiki: lakukan retargeting dan CRM sederhana:
- broadcast produk baru ke pembeli lama
- reminder repeat order
- promo khusus pelanggan loyal
- bundling berdasarkan riwayat belanja
9 Operasional belum siap saat promosi jalan
Ini sering bikin reputasi rusak: promosi sukses, order masuk banyak, tapi stok tidak akurat, pengiriman telat, atau admin kewalahan. Akibatnya rating turun dan repeat order hilang.
Cara memperbaiki: pastikan sistem operasional siap: stok real-time, alur order jelas, tim admin dan packing siap, serta komunikasi ke pelanggan cepat.
10 Tidak punya positioning dan pembeda yang kuat
Kalau produk kamu mirip kompetitor dan tidak ada pembeda, audiens akan memilih yang lebih murah. Brand kamu jadi perang harga terus.
Cara memperbaiki: tentukan positioning yang jelas, misalnya:
- “gamis premium untuk kerja”
- “gamis syar’i daily wear yang adem”
- “gamis keluarga untuk acara”
Positioning bikin brand lebih mudah diingat dan tidak gampang dibanding-bandingkan.
Mengapa Strategi Pemasaran Produk Sangat Penting untuk Bisnis?
Strategi pemasaran bukan hanya soal promosi, tetapi tentang bagaimana bisnis memahami pasar, menyampaikan nilai produk, dan membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Tanpa strategi yang jelas, aktivitas promosi berisiko tidak tepat sasaran, boros biaya, dan sulit diukur hasilnya.
Dengan strategi pemasaran produk yang tepat, bisnis dapat menentukan channel yang paling efektif, mengatur anggaran promosi secara efisien, serta meningkatkan peluang konversi dari setiap aktivitas pemasaran yang dilakukan. Inilah alasan mengapa strategi pemasaran menjadi fondasi utama dalam pertumbuhan bisnis jangka panjang.
Cara Tahu Strategi Pemasaran yang Efektif
Untuk meningkatkan penjualan toko, pastinya kamu membutuhkan cara dan strategi yang tepat agar hasilnya pun juga optimal.
Ada 8 strategi pemasaran produk yang dapat kamu coba pada bisnis.
1. Memahami Siapa Target Pasar Kamu

Cara pertama dengan memahami target pasar terlebih dahulu, tujuannya agar produk yang kamu pasarkan dapat tepat sasaran.
Kamu bisa nih coba untuk melakukan riset ke target pasar kamu, karena semakin spesifik targetnya maka semakin besar pula bisnis kamu sukses.
Contoh, kamu menjual produk pakaian gamis, nah kamu bisa targetkan konsumen ke perempuan dengan usia 18 sampai 35 tahun.
2. Membuat Anggaran Dana Promosi
Disarankan kamu harus membuat anggaran khusus untuk promosi produk.
Salah satunya adalah melakukan promosi menggunakan jasa influencer, pastinya membutuhkan dana yang cukup besar bukan?
Nah, maka dari itu kamu diharuskan untuk membuat anggaran khusus agar tidak terjadi kerugian pada usaha.
Enggak mau dong usaha kamu rugi karena biaya promosi yang besar-besaran tapi tidak sejalan dengan hasil yang diberikan.
3. Mengoptimalkan Sosial Media Sebagai Pemasaran

Media yang paling ampuh untuk mempromosikan produk adalah sosial media.
Selain banyak orang yang mengaksesnya, jangkauan media sosial juga tidak terbatas oleh wilayah ataupun waktu.
Langkah awalnya, kamu bisa nih buat sosial media khusus bisnis dan disana kamu masukkan konten-konten informatif, dimana informasi terkait produk kamu.
Bisa dibilang media sosial bukan hanya sebagai media pemasaran melainkan media untuk kamu membranding usaha juga.
Baca juga : 10 Strategi Jualan Online Dijamin Laris Manis Bagi Pemula
4. Menawarkan Sampel Produk
Siapa sih orang yang tidak suka diberikan produk gratis ?
Pasti semua orang suka dan mereka tidak akan melewatkannya begitu saja.
Kamu dapat berikan sampel produk baru kepada pelanggan kamu, caranya bisa dengan mengadakan giveaway atau memberikannya ke konsumen yang beli produk kamu.
Dari situ, kamu bisa meminta pendapatnya terkait produk tersebut yang bisa dijadikan bahan evaluasi kamu berikutnya.
5. Menjalin Hubungan Baik dengan Pelanggan
Pengen jualan kamu bisa terus meningkat ?
Salah satu strategi yang harus kamu lakukan adalah dengan mempertahakan pelanggan setia kamu, caranya toko kamu harus menjalin hubungan baik dengan mereka.
Selain itu, biaya yang harus kamu keluarkan untuk menjaga konsumen setia lebih sedikit dibandingkan kamu menarik pelanggan baru.
Cara menjalin hubungan tersebut, kamu dapat memberikan rewards kepada mereka setiap membeli produk kamu sehingga mereka ingin terus berbelanja di toko kamu deh.
Baca juga : 3 Cara Bikin Jualan Laku Saat Pesta Belanja Online
6. Menjalankan Dropship atau Reseller
Jika, bisnis kamu telah memiliki banyak produk yang terjual, kamu bisa nih menerapkan sistem dropship atau reseller.
Biasanya banyak pebisnis pemula yang memulai bisnis sebagai dropshipper, dimana mereka juga menawarkan produk kamu tanpa harus menstok barang tersebut.
Atau bisnis kamu bisa memakai sistem reseller, dimana kamu mengajak pelanggan sebagai agen untuk mempromosikan produk kepada orang lain.
Apabila berhasil terjual banyak, mereka akan mendapatkan komisi dari usaha kamu.
7. Memanfaatkan Strategi Digital Marketing
Di era teknologi yang semakin berkembang ini, kamu harus memanfaatkan penggunaan strategi digital marketing pada bisnis kamu juga loh.
Penting banget memakai strategi ini, apalagi sekarang orang lebih memilih untuk melakukan segala sesuatu melalui online tanpa batasan wilayah dan dapat menjangkau banyak orang.
Kamu dapat memanfaatkan strategi promosi produk menggunakan digital marketing, seperti iklan di sosial media, memanfaatkan SEO, Iklan google, dan e-mail marketing.
Baca juga: 5 Cara Menciptakan Loyalitas Konsumen Saat HARBOLNAS
8. Membuat Website Toko Online

Cara pemasaran produk agar menjangkau banyak pembeli adalah membuat website jualan online sendiri.
Banyak keuntungan yang akan kamu dapatkan jika punya website jualan sendiri, toko online kamu lebih dipercaya konsumen dan toko lebih mudah dicari oleh calon pelanggan pula.
Kalo kamu masih merasa kesulitan untuk buat toko online sendiri, kamu bisa memanfaatkan platform Jubelio Store untuk membantu kamu bikin website jualan online.
Bukan cuma itu, webstore Jubelio sudah terintegrasi ke sistem omnichannel dan berbagai marketplace
Jadi, kamu enggak perlu ribet untuk mengelola pembukuan keuangan, menghitung stok barang, atau laporan penjualan.
Sebab, kamu dapat mengaksesnya hanya dari satu sistem aja. Mudah banget kan?
Kamu mau langsung coba Jubelio secara GRATIS? Caranya gampang tinggal buat akun dengan klik tombol di bawah ini.