fbpx
Cerita Pebisnis Behaestex

Cerita Pebisnis #5 – Mengintip Perkembangan Behaestex Sebagai Produsen Tekstil Terkemuka di Indonesia

Kata siapa produk lokal tidak mampu bersaing dengan produk asing?

Buktinya, Behaestex berhasil menembus pasar luar negeri, khususnya Asia, Eropa dan juga Afrika dengan mengekspor produk-produk terbaiknya, terutama sarung tenun.

Perusahaan yang bergerak di bidang tekstil tersebut mampu memperkenalkan produknya secara luas dengan memberikan kualitas terbaik tentunya.

Jubelio berkesempatan mewawancarai Brand Manager PT. Behaestex, Nur Yahya.

Kami berbicara banyak mengenai awal mula berdirinya Behaestex, perkembangan pasar tekstil di Indonesia hingga cara produsen tekstil tersebut menembus pasar luar negeri.

Bisa diceritakan awal mula berdirinya Behaestex?

Sejak berdirinya PT Behaestex pada tahun 1953, kami memulai produksi sarung pertama kali dengan menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM). Proses tenun ini dikerjakan secara manual dengan orang-orang terampil. Untuk jangka waktu proses produksi satu sarung secara keseluruhan bisa memakan waktu dua minggu hingga dua bulan.

Untuk brand sarung yang diproduksi dengan proses ATBM adalah Sarung BHS. Hingga kini brand BHS masih tetap bertahan dan sudah sangat melekat pada masyarakat, terutama untuk sarung di kelas premium.

Seiring berjalannya waktu, tahun 1984  kami pun mengeluarkan brand baru dengan nama  Atlas. Berbeda dengan BHS, Sarung Atlas proses pembuatannya sudah menggunakan mesin modern.

Lokasi produksinya sendiri, kami sudah mempunyai tiga lokasi di antaranya, Gresik, Pandaan, dan Pekalongan.

Produk-produk  BHS dan Atlas sampai saat ini tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, tetapi sudah ke mancanegara. Misalnya; di Asia Tenggara mulai dari Malaysia, Singapura dan Thailand. Kami juga mengekspor ke negara Djibouti, Afrika Selatan, Yaman hingga Saudi Arabia.

Nah, pada tahun 2018, kami memulai campaign produk Behaestex melalui media digital, televisi dan media promosi lainnya.

Setahun kemudian, kami mulai merambah ke ranah online yaitu dengan listing official store di berbagai marketplace dan e-commerce ternama di Indonesia. Alhamdulillah dengan penjualan di berbagai marketplace, penjualannya sangat mengembirakan sampai sekarang.

Bahkan, kini kami juga memiliki official webstore sendiri yaitu Sarung Indonesia

Di tahun 1980-an untuk proses pembuatan sarung Atlas dan sarung BHS apakah masih sama ?

Untuk sarung BHS sendiri kini sudah memiliki 6 kelas yaitu Masterpiece, Signature, Royal, Excellent, Classic, dan Cosmo.

Untuk kelas  sarung Masterpiece, Signature dan Royal ini ditenun dengan proses ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin). Kalau dipasaran harga sarung ini mulai  Rp 1.250.000 – Rp 5.000.000

Sedangkan untuk kelas Excellent, Classic, dan Cosmo proses pembutannya menggunakan perpaduan Seni dan teknologi.   Di kelas ini harga sarungnya lebih ekonomis dikisaran Rp 300.000 – Rp 1.000.000.

Untuk kedepannya kami akan berencana mengeluarkan produk limited dengan harga special.

Untuk informasi mengenai produk Sarung BHS bisa dilihat di www.sarungbhs.co.id

Sedangkan mengenai produk Sarung Atlas bisa dilihat di www.sarungatlas.co.id
Berarti segmentasi target dari produk Atlas dan BHS berbeda ya ?

Ya, beda sekali. Sarung BHS memang memiliki segmentasi untuk kalangan masyarakat yang cinta sarung-sarung premium. Sementara segmentasi target Sarung Atlas  berada di kalangan menengah , karena harga sarung ini berkisar Rp 60.000 sampai Rp 350.000.

Nah itu dari segi brand, BHS memiliki  kategori produknya di antaranya sarung, baju muslim, kopiah, dan subaiah.

Untuk Atlas, selain sarung, baju koko, kopiah, subaiah, dan seprei premium dengan nuansa islamic gothic.

Memang dari awal produk yang dijual itu sarung atau baju koko dulu ?

Untuk produk utama dan yang dijual pertama adalah sarung.  Sedangkan produk lainnya adalah perluasan brand.

Kenapa produk yang pertama kali dijual itu malah sarung?

Karena kami memiliki pengalman yang cukup panjang hampir 68 tahun di Industri sarung, Berdasarkan sejarah perusahaan yang kami tahu, Sarung BHS dulunya dimulai dari 4 mesin tenun saja, lalu bergerak karena menjaga kualitas.

Ada yang menarik dari brand Sarung BHS, sarung ini selain dijual dalam kondisi baru, ada yang menjualnya dalam kondisi second di forum kolektor BHS.

Bahkan di daerah tertentu, ada kebiasaan di acara pernikahan atau acara adat semuanya harus menggunakan Sarung BHS.

Hal menarik lainnya adalah Sarung BHS bisa menajdi barang jaminan di pegadaian. Secara nilai dan fanatismenya lumayan pengikutnya.

Gimana sih strategi awal pemasaran yang dilakukan oleh Behaestex ?

Kalau dulu lebih banyak ke offline bahkan sampai sekarang penjualan offline memiliki peranan yang cukup besar melalui jaringan distributor dan agen di beberapa kota.

Tentunya ada perbedaan untuk penjualan offline maupun online meliputi persiapan produk dan pengemasan serta pilihan motifnya. Kalau di tradisional menuntut keragaman motif dan warna. Sementara di digital menuntut ke kedalaman stok dan varian.

Untuk porsi penjualan masih lebih banyak offline. Karena word of mouth nya sudah cukup kuat. Bahkan di beberapa kalangan masyarakat, kalau sudah menggunakan sarung BHS, seperti tidak ingin mengguakan sarung lain.

Saat di tahun 50-an kompetitor sudah banyak belum sih?

Awal-awal tahun tersebut belum banyak. Oleh karena itu, kami bisa masuk ke dalam lalu dikenal banyak orang bahkan feedback dari media sosial yang memiliki  pengalaman seperti, “Dulu saya pernah tuh beli sarung BHS dengan harga 27 ribu” karena harga segitu model-model awal.

Saat ini untuk stok yang lama dijual harganya sudah mahal karena untuk edisi khusus sudah tidak keluar lagi.

Kami juga memiliki grup Facebook kolektor BHS yang kontennya bermacam-macam, di antaranya jualan, cari barang sampai ada yang niatnya hanya pamer koleksi sarungnya.

Bahkan dengan Jubelio kita juga bikin platform sendiri khusus reseller di Sarung Indonesia Rencanaya ke depannya dalam rangka mengarah membangun komunitas.

Walaupun baru diluncurkan di awal tahun, saat ini  Sarung Indonesia sudah memiliki sekitar 700 an reseller yang bergabung.

Kapan sih sarung BHS dan Atlas mulai masuk ke ranah iklan ?

Sejak tahun 2018, kita mulai masuk ke iklan di televisi. Mulai acara E-talkshow with BHS di TVOne dan acara Debat Presiden.

Ada 3 versi iklan Sarung BHS yang pernah kami buat. Tahun 2018 itu kami memulai membuat TVC dengan Gus Mus dan Pak Anies Baswedan. Di tahun 2019, kami membuat campaign terbaru sampai sekarang.

Lalu, untuk produk Atlas kami mengusung tagline“inspiring the world” yang dilaunching di awal tahun 2020. Bahkan untuk menyesuiakan tagline-nya, kami membuat TVC di Dubai.

Lalu, untuk pasar internasional sendiri kapan terjunnya ?

Kalau tidak salah semenjak tahun 70-an, di Afrika Selatan dan Yaman, produk kami digemari sekali oleh berbagai kalangan. Nah tradisi bersarung ini ternyata juga ada di beberapa negara, sehingga produk kami diterima dengan baik dari sisi motif serta kualitas bahan dan merk.

Ada pengalaman yang saya dapat dari (Alm) Ustadz Ali Jaber, beliau menceritakan kalau ayahnya saat menjadi Imam di Masjid Madinah menggunakan sarung BHS.

Selain itu, kami juga memiliki beberapa agen di beberapa negara, mulai Asia Tenggara, Afrika dan beberapa benua lainnya.

Bagaimana proses produk Behaestex bisa sampai ke Afrika Selatan?

Di Yaman, tradisi bersarung dan memakai subaiah itu masih ada. Nah, ketika di suggest ada brand dari Indonesia yang dibawa oleh keturunan Yaman tentunya mempunyai kebanggaan sendiri.

Kalau disana sendiri kita memiliki agen sendiri jadi tidak perlu susah lagi memasarkan barang-barang dari Behaestex.

Baca juga : Cerita Pebisnis #3 – Strategi Menangkan Hati Pelanggan Ala Toko Pasti Puas

Apa sih kesulitan yang pernah dilalui Behaestex untuk mengembangkan bisnis?

Kalau untuk sarung tenun, tantangannya adalah tenaga kerja. Hal tersebut dikarenakan regenerasi yang memiliki keahlian menenun sangat sedikit.

Kedua, dari segi bahan baku kami terbatas karena harus menjaga kualitas terlebih dengan kondisi lockdown beberapa negara jadi kita kesulitan untuk mendapatkan bahan baku.

Sehingga kita mengharapkan produk-produk yang sudah menggunakan mesin yang canggih hanya saja untuk motif BHS yang kelas tinggi tadi benar-benar tidak bisa untuk ditenun menggunakan mesin.

Untuk usia penenun sendiri, apakah usianya hanya yang  tua saja atau gimana ?

Ada yang berusia muda. Jadi, penenunnya kami tidak seperti di industri, harus masuk jam 8 dan pulang jam 4.

Biasanya, mereka menyiapkan sarapan dulu untuk keluarga lalu mengantar anaknya bersekolah dulu, baru setelah itu dia masuk kerja.

Siang harinya, dia pulang untuk menyiapkan makanan anak atau suaminya setelah itu dia nenun lagi dan anaknya bisa diajak ke tempat tenun. Kita menyiapkan tempat lalu mereka tidur di sebelahnya yang ada mesin tenun.

Baca juga : Cerita Pebisnis #4 – Transformasi Jualan Offline ke Online Ala IND Onderdil

Kapan sih mulai berjualan melalui marketplace dan Bagaimana bisa bergabung dengan Jubelio?

Awalnya, saya mencoba dengan menyampaikan ke manajemen lebih dulu karena bagaimana juga mindset mereka orang beli sarung itu harus pegang, melihat, dan merasakan barangnya.

Jadi, sempat ada penolakan kayak “mana bisa jualan sarung online” sampai akhirnya saya bilang untuk coba dulu.

Pertama kali kita terjun juga tokonya non official, lalu kita cobalah untuk jualan. Tidak berselang lama, saya mencoba untuk approach Tokopedia buat jadi official.

Saya sampai berkeliling ke kantornya mereka dulu karena kami ingin tahu bagaimana caranya berjualan di online. Dengan begitu, saya bisa lebih paham sistem kerja yang sebenarnya.

Selain Tokopedia,  saya mengunjungi ke Blibli, Shopee, Jd.id sampai kami ikut kursusnya karena kami ingin belajar banget dari sana.

Kemudian kita mulai dari 2 orang, kita purpose official store di tahun pertama dengan berbagai macam kekacauan yang timbul sampai SKU dan jumlah stok.

Waktu itu mulai dengan ruangan kecil hanya kisaran 50 meter persegi.  Dengan SKU yang terbatas,  2 orang tersebut mulai melayani chat, packing, dan sebagainya.

Pada 2019, kami bergabung  ke official store itu masuklah kemudian kita ke integrator. Kami menjalankan dengan segala kegiatan yang tidak maksimal, misalnya masalah stok, proses barang, dan lainnya.

Kalau kondisi tersebut dijalankan terus, tidak akan ada perkembangan. Akhirnya, kami mulai cari-cari enabler dan saya sampai ke Jubelio ketemu sama mas Yuda.

Terus terang, kita membandingkan dengan beberapa enabler lainnya, tapi pokoknya tidak ada ada  yang kayak Jubelio.

Lalu kita minta saran, mana yang bagus dan akhirnya kita ambil ke Jubelio.

Kita diberikan penjelasan seperti menyiapkan SKU nya dan sebagainya.

Kita contact dengan Jubelio di bulan april 2019 dan Mei sudah masuk peak season kita kalang kabut, tapi Alhamdulillah omset setahun di 2018 sudah kembali hanya dalam sebulan saja.

Kemudian, kami mengalami lompatan sampai ketiga kalinya omset setelah terintegrasi. Tahun 2019 untuk enablernya lalu stok barangnya sudah diperbaiki.

Setelah enabler dan semuanya mulai tertata, kami akhirnya memiliki gudang yang lebih besar dengan ukuran 500 meter persegi. Nah, di tahun 2021 ini diharapkan bisa lebih meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Apakah penjualan online meningkat selama bulan Ramadhan?

Musim puncaknya ketika bulan Ramadhan. Kalau boleh jujur produk kami, seasonalnya cukup tinggi.  Produk yang dijual saat  Ramadhan omset kami bisa 5x lipat non Ramadhan.

Selain Ramadhan, penjualan yang cukup tinggi ketika Harbolnas 1212.

Kami juga melakukan kolaborasi dengan brand lain misalnya Hansaplast, Zoya, dan Al-Quran.

Misalnya kita juga membuat couple dengan hampers dengan baju atau mukena.

Hal itu juga memunculkan peluang baru bagi kami yang selama ini hanya menjual di peak season paling besar tapi paling tidak di event Harbolnas mulai tumbuh.

Karena trendnya itu biasanya orang membeli sarung bukan untuk dirinya sendiri melainkan untuk hampers ke orang lain.

Misalnya saja, orang beli kemeja atau sepatu pasti bingung kan dengan ukurannya, takut kegedean atau kekecilan sementara kalau sarung hanya ada satu ukuran hanya bingung di warna dan motif.

Di masa pandemi sekarang, apakah mempengaruhi penjualan?

Lumayan cukup berpengaruh Jadi sekarang orang ke outlet tidak bisa, sehingga perpindahan dari offline ke online semakin tinggi.

Untungnya, kami sudah mempersiapkan untuk ikut berjualan di online sehingga hal tersebut dapat ditutupi. Namun, kami berharap pandemi ini segera berakhir sehingga semuanya kembali seperti semula lagi.

Penjualan online membantu kami dan harapannya ke depannya akan lebih hebat lagi. Apalagi, pembeli yang usianya di masa produktif lebih suka belanja online.

Nah, itu dia wawancara singkat kami dengan Behaestex yang sejauh ini merasa puas menggunakan platform Jubelio terbukti sudah bersama selama hampir 2 tahun.

Dengan menggunakan Jubelio tentu dapat membantu memproses pesanan dari marketplace, pencatatan laporan stok barang, laporan akunting, website store, sampai gudang juga disediakan oleh Jubelio.

Kalo kamu mau tanya-tanya dulu mengenai fitur omnichannel atau yang lainnya dari Jubelio, kamu bisa klik tombol tanya di bawah ini ya

Tanya Seputar Promo

Dan kamu juga bisa ikutin jejak Behaestex untuk membantu segala proses pesanan jualan kamu dengan menggunakan trial gratis dari Jubelio tinggal klik Daftar Jubelio di bawah ini

Daftar Jubelio Gratis!

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

×