Domain adalah bagian dari alamat website yang memudahkan orang dalam mengakses sebuah website, sama halnya dengan sebuah rumah yang punya alamat.Umumnya bentuk setiap domain beragam, sebab menyesuaikan dengan isi dari website tersebut.
Ada yang websitenya berfungsi untuk akademisi, branding perusahaan, ataupun perseorangan (individu). Tapi apa itu domain dan fungsinya?
Yuk! kita kulik lebih dalam mengenai domain di artikel ini.
Apa Itu Domain?
Mungkin kamu bertanya-tanya, sebenarnya apa itu domain dan apa saja sih fungsinya untuk website.
Menurut Hubspot, domain adalah salah satu bagian dari alamat website yang digunakan untuk menemukan halaman website atau situs tertentu secara online.
Domain juga berhubungan dengan alamat IP numerik sebuah situs web yang memudahkan orang untuk mencari dan mengingat halaman situs.
Sering kali, domain disebut dengan istilah nama domain yang merupakan nama unik dari suatu website.
Biasanya nama domain sifatnya unik sehingga tidak akan ada nama domain yang sama. Dengan begitu, orang-orang yang memiliki website berebut untuk mendapatkan nama domain.
Karena, kalau sudah ada satu orang yang menggunakan maka orang lain tidak bisa pakai nama domain tersebut.
Selain berfungsi sebagai alamat website, domain juga berperan penting dalam strategi digital jangka panjang.
Pemilihan domain yang tepat dapat memengaruhi persepsi pengunjung, kemudahan brand diingat, hingga performa SEO website di mesin pencari.
Domain yang singkat, relevan dengan bisnis, dan mudah diingat cenderung memiliki tingkat kepercayaan lebih tinggi dibandingkan domain yang terlalu panjang atau sulit dieja.
Dalam praktiknya, domain menjadi fondasi utama sebelum website dikembangkan lebih jauh, baik untuk keperluan bisnis, personal branding, maupun institusi.
Tanpa domain, website akan sulit diakses dan tidak memiliki identitas yang jelas di internet.
Fungsi Domain pada Website
Selain, memudahkan orang untuk mengunjungi situs website kamu, ternyata adanya domain juga mempunyai beberapa fungsi penting. Berikut ini, 5 fungsi domain website yang wajib kamu ketahui.
1. Sebagai hak milik (ownership), penggunaan domain memberikan kepemilikan atas alamat situs website sehingga tidak ada orang lain yang dapat menggunakannya saat kamu telah mendaftarkannya.
2. Memperkuat Identitas Brand, karena nama domain yang mirip dengan nama perusahaan/brand, maka dapat membantumu dalam membangun identitas brand secara konsisten.
3. Membangun Kredibilitas Bisnis, nama domain yang selaras dengan nama brand kamu, secara tidak langsung telah membangun kredibilitas dan membuat website terlihat lebih profesional sekaligus dapat membangun kepercayaan pengunjung.
4. Sebagai Pembeda, domain yang sederhana namun menarik bisa menjadi pembeda situs web kamu dengan situs pesaing.
5. Menciptakan Authority, selain memperkuat brand, nama domain juga dapat membantu dalam memprediksi seberapa besar kemungkinan website kamu muncul di pencarian dibandingkan kompetitor. Prinsipnya, semakin tua suatu domain, semakin besar otoritas yang dimilikinya.
6. Alat Pemasaran Digital, selain lima fungsi domain yang sudah dibahas, domain juga berfungsi sebagai alat pemasaran digital. Domain yang konsisten dengan nama brand memudahkan promosi di media sosial, iklan digital, hingga materi offline. Pengunjung pun lebih percaya untuk mengklik website dengan domain profesional dibandingkan domain gratis atau tidak relevan.
Tak hanya itu, domain juga membantu bisnis membangun kehadiran online jangka panjang. Domain yang digunakan secara konsisten dan memiliki riwayat baik akan lebih mudah berkembang secara SEO dibandingkan domain yang sering berganti nama.
Baca juga: 6 Tips Memilih Nama Domain dan Hosting untuk Website
Jenis-Jenis Domain Website
Domain sendiri terdiri dari berbagai macam jenisnya, tapi kebanyakan 3 jenis ini yang mayoritas digunakan oleh perusahaan, brand, maupun individu. Berikut ini jenis domain yang paling banyak digunakan:
1. TLD: Top Level Domain
Jenis domain yang pertama, ada Top Level Domain atau TLD adalah nama tingkat atas dalam Domain Name System (DNS) di Internet. Tersedia ribuan TLD yang bisa kamu gunakan, dan yang paling populer antara lain adalah .com, .org, .net, dan .edu.
2. ccTLD: Country Code Top Level Domain
Biasanya penggunaan domain ccTLD adalah perusahaan yang membuat situs khusus bagi wilayah-wilayah tertentu, dan bisa menunjukkan kepada pengunjung bahwa situs yang mereka kunjungi valid sesuai tujuan. Maka dari itu, umumnya ccTLD memakai dua huruf berdasarkan kode negara internasional, misalnya .id untuk Indonesia sedangkan .us untuk United States
3. gTLD: Generic Top Level Domain
Pada dasarnya, Generic Top Level Domain adalah TLD yang tidak menggunakan kode negara. Sebagian besar gTLD memiliki penggunaan tertentu, misalnya .edu untuk website institusi pendidikan (edukasi).
Baca juga: 5 Rekomendasi Jasa Pembuatan Website Toko Online Terbaik
Perbedaan Domain Gratis dan Domain Berbayar
Domain gratis biasanya digunakan untuk keperluan percobaan atau website non-komersial. Meski bisa digunakan tanpa biaya, domain jenis ini umumnya memiliki keterbatasan, seperti nama domain yang kurang profesional dan tingkat kepercayaan yang lebih rendah di mata pengunjung.
Sebaliknya, domain berbayar memberikan kesan profesional dan lebih kredibel, terutama untuk website bisnis.
Domain berbayar juga memberi kebebasan penuh dalam pengelolaan website dan branding. Namun, bagi pelaku usaha yang ingin langsung fokus berjualan tanpa repot mengurus teknis domain dan hosting, saat ini sudah tersedia platform website toko online yang menyediakan solusi siap pakai.
Cara Memilih Nama Domain yang Tepat untuk Bisnis Online
Memilih nama domain tidak bisa dilakukan secara asal, karena domain akan menjadi identitas utama bisnis kamu di internet.
Nama domain yang baik sebaiknya singkat, mudah diingat, dan mudah diketik oleh calon pelanggan. Hindari penggunaan angka, tanda hubung berlebihan, atau ejaan yang membingungkan karena dapat menyulitkan orang saat mengakses website.
Selain itu, usahakan nama domain tetap relevan dengan brand atau jenis bisnis yang kamu jalankan. Domain yang konsisten dengan nama usaha akan memudahkan proses branding dan meningkatkan kepercayaan pengunjung.
Untuk bisnis yang ingin tumbuh jangka panjang, memilih nama domain yang fleksibel juga penting agar tetap relevan meskipun bisnis berkembang.
Contoh Domain Website
Hampir semua bisnis maupun lembaga negara, umumnya menggunakan nama domain yang sama dengan nama perusahaan mereka. Ini beberapa contoh domain yang digunakan oleh perusahaan.
- Tokopedia.com
- Shopee.co.id
- Gojek.com
- palmerhaus.com
- deynscarf.com
Eitss… tapi jangan sampai kamu tertukar ya antara domain dan URL (Universal Resource Locator). Buat kamu yang belum tahu, URL adalah alamat website lengkap yang mengarahkan pengunjung ke halaman tertentu di situs, sedangkan nama domain menjadi bagian dari URL.
Umumnya, URL terdiri dari protokol, domain, dan path (jalur), untuk contoh URL dan penjelasannya kamu bisa lihat gambar di bawah ini ya.

Berikut ini penjelasan terkait bagian-bagian dari URL, diantaranya:
- Protocol (“https://”) – memberitahukan server web protokol mana yang digunakan ketika mengakses halaman website.
- Domain name (“jubelio”) – nama host untuk mengidentifikasi dan memetakan website melalui IP address.
- Top-level domain (“.com”) – jenis entity yang didaftarkan perusahaan di internet.
- Path/Halaman (“/produk/software-pos/”) – detail lokasi spesifik konten yang sedang dibuka pengunjung.
Rekomendasi Buat Website Toko Online Mudah!

Apakah kamu berminat untuk membuat website toko online sendiri?
Biasanya kamu harus mencari platform domain dan hosting sendiri. Nah, tapi sekarang kamu nggak perlu lagi deh kesulitan mencari hosting atau tentukan domain website.
Karena, di Jubelio Store kamu udah bisa buat website toko online tanpa harus beli domain lagi, misalnya .com sehingga bisa lebih mudah membuat website jualan online tanpa harus memikirkan domain website ataupun hosting lagi.
Bukan cuma memudahkan kamu dalam bikin website toko online melainkan seluruh operasional bisnis bisa kamu kelola secara mudah dan efisien.
Sebab, Jubelio Store sudah terhubung ke sistem omnichannel, maka dari itu kamu bisa mengelola operasional bisnis lebih praktis. Mulai dari, sinkronisasi stok barang (sync stock), proses pesanan, upload produk massal, software akuntansi terintegrasi, chat commerce, sistem manajemen gudang, dan masih banyak lagi.
Dan paling terpenting, Jubelio telah terintegrasi ke berbagai channel penjualan online maupun offline, seperti marketplace, social commerce (Instagram Shopping, dan Facebook Marketplace), Webstore, hingga toko offline.
Bagi kamu yang mempunyai toko offline dan butuh software POS untuk mencatat segala transaksi, kamu bisa menggunakan Jubelio POS.
Banyak banget kan fitur yang ada di Jubelio, cuma Rp150/order kamu udah bisa dapatin seluruh fitur tersebut dengan klik tombol di bawah ini sekarang!