Ketika menjalankan sebuah bisnis dan usaha, segala macam aspek harus diperhatikan dengan baik. Bukan hanya kualitas produk atau barang yang ditawarkan, gudang untuk menyimpan produk-produk yang masih menunggu untuk proses pengiriman hingga laporan penjualan juga tak luput dari pengamatan.
Tanpa adanya laporan penjualan maupun sales analytics, para pelaku bisnis akan kesulitan menentukan ke arah mana usaha mereka akan berjalan. Pertanyaannya, apakah sales analytics dan laporan penjualan biasa merupakan hal yang sama?
Jika keduanya tidak sama, lantas apa saja hal-hal yang membedakan keduanya? Bagi Anda yang baru membangun usaha dan ingin memahami sales analytics vs laporan penjualan, ulasan dalam artikel ini dapat membantu menambah wawasan bisnis secara lebih mendalam.
5 Perbedaan Sales Analytics dan Laporan Penjualan Biasa
Pebisnis mana pun pasti menginginkan penawaran barang atau jasanya berhasil memikat konsumen sekaligus mendongkrak omzet perusahaan secara berkala. Untuk itulah diperlukan laporan penjualan maupun sales analytics.
Dengan adanya perbedaan mendasar di antara keduanya, penting bagi Anda untuk menyelam lebih jauh dan memahami hal apa saja yang membuat sales analytics dan laporan penjualan biasa berbeda satu dengan lainnya.
1. Tujuan Pembuatannya
Dari tujuan pembuatannya saja, laporan penjualan biasa dengan sales analytics sudah tergambarkan dengan jelas perbedaan keduanya. Pada laporan penjualan yang biasa, tujuan dibuatnya laporan adalah untuk memberikan penjelasan mengenai data penjualan dalam bisnis yang sudah terjadi sebelumnya.
Jadi, isi laporan penjualan hanyalah angka-angka yang menunjukkan jumlah penjualan yang sudah dilalui sebelumnya. Berbeda dengan laporan penjualan biasa, sales analytics jauh lebih mendetail jika dilihat dari segi tujuan pembuatannya.
Selain memberikan data hasil penjualan, sales analytics dapat digunakan untuk melihat pola penjualan dan pada sistem tertentu, membantu membuat proyeksi berdasarkan data yang tersedia. Ini tentu membantu para pelaku bisnis untuk menentukan strategi yang tepat untuk meningkatkan peluang penjualan produk dalam bisnis ke depannya.
2. Periode Data Penjualan
Berikutnya, periode waktu data penjualan di antara keduanya juga terdapat perbedaan yang cukup mendasar. Dalam laporan penjualan pada umumnya, biasanya periode waktu data penjualan hanya berkutat pada data-data penjualan historis berdasarkan hasil penjualan-penjualan aktual yang pernah dialami sebelumnya.
Dengan laporan saja tanpa alat analisis yang membantu, sulit tampaknya untuk membuat bisnis Anda berkembang. Ini jelas berbeda jika dibandingkan dengan sales analytics.
Selain berisi data penjualan di periode sebelumnya, sales analytics juga melihat pola penjualan saat ini hingga mampu memberikan potensi penjualan di masa yang akan datang berdasarkan data penjualan yang dimiliki di masa lalu dan yang sedang terjadi sekarang. Rentang data penjualan yang luas pada sistem sales analytics membuatnya menjadi pilihan utama banyak pebisnis dalam mengevaluasi performa toko saat ini.
3. Pemetaan Konsumen
Kemampuan menganalisis segmentasi pasar dengan cermat merupakan kunci utama pebisnis pemula ketika mulai memproduksi barang atau menawarkan layanan jasa yang sesuai dengan kebutuhan calon konsumen target mereka. Dalam laporan penjualan biasa, hampir semua laporan tidak menyediakan pemetaan untuk konsumen. Jika pun ada, itu hanya segelintir dan tidak dibahas secara mendetail.
Sementara itu, sales analytics dapat membantu mengelompokkan sekaligus membandingkan data pembeli berdasar kategori umur beserta total barang yang berhasil dijual perusahaan. Dengan adanya perbandingan yang nyata dalam segmentasi konsumen ini, pelaku bisnis dapat mengerucutkan konsumen mana saja yang jadi target pasar dalam upaya untuk mengembangkan bisnis tersebut ke depannya.
4. Kemampuan Mencari Faktor Penyebab Perubahan Dalam Penjualan
Perjalanan menjalankan bisnis sering kali tidak berbanding lurus antara ekspektasi yang dirancang dengan realita yang terjadi di lapangan. Jumlah penjualan dapat berubah sewaktu-waktu tiap periodenya, kadang naik dan turun. Sebab didominasi oleh sajian data berupa angka, laporan penjualan biasa sering kali tidak memuat faktor pemicu kenaikan maupun penurunan omzet toko.
Namun, jika Anda ingin metode yang mampu mengumpulkan data penjualan beserta kemampuan mencari faktor penyebab kenaikan maupun penurunan dalam penjualan, mungkin sales analytics bisa jadi jawaban untuk keinginan Anda tersebut.
Bukan sekadar menyajikan data penjualan terstruktur, data yang dianalisis dapat membantu bisnis melihat faktor yang berkaitan dengan perubahan penjualan dan mencari kemungkinan penyebabnya. Teknologi ini turut memberikan rekomendasi langkah strategis yang akurat untuk menjaga keberlangsungan usaha di masa depan secara efisien.
5. Kemampuan Menganalisis Produk dan Jasa yang Ditawarkan
Tujuan utama setiap pelaku bisnis adalah membuat produk atau jasa yang ditawarkan mampu menarik perhatian konsumen. Untuk mengetahui apakah penawaran tersebut sudah berjalan dengan baik, bisnis perlu melihat data penjualan secara berkala.
Dari data tersebut, pemilik bisnis dapat mengetahui produk mana yang banyak diminati, mana yang penjualannya masih rendah, serta bagian mana yang perlu mendapatkan perhatian lebih. Pada laporan penjualan biasa, informasi yang tersedia umumnya berfokus pada data transaksi yang sudah terjadi.
Laporan tersebut tetap penting karena dapat memberikan gambaran mengenai jumlah penjualan dalam periode tertentu. Namun, jika bisnis ingin melihat data tersebut secara lebih mendalam, dibutuhkan proses analisis yang dapat membantu menemukan pola atau perbandingan dari data yang tersedia.
Sales analytics dapat membantu bisnis melihat performa produk atau jasa berdasarkan data penjualan yang dimiliki. Misalnya, bisnis dapat membandingkan penjualan antarproduk, melihat perubahan performa dari waktu ke waktu, atau menemukan produk yang memberikan kontribusi lebih besar terhadap penjualan.
Dari hasil analisis tersebut, bisnis dapat menentukan produk mana yang perlu dipertahankan performanya dan mana yang masih perlu dievaluasi. Dengan demikian, sales analytics tidak hanya berfungsi untuk menunjukkan berapa banyak produk yang berhasil terjual. Data yang tersedia juga dapat menjadi bahan pertimbangan ketika bisnis ingin mengevaluasi produk, menentukan prioritas, atau menyusun strategi penjualan berikutnya.
Mengoptimalkan Data Penjualan untuk Bisnis
Bagi pelaku bisnis yang ingin memahami data penjualan secara lebih menyeluruh, penggunaan tools analitik dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap dibandingkan hanya mengandalkan laporan transaksi biasa. Salah satu solusi yang dapat dipertimbangkan adalah Jubelio, yang menyediakan fitur untuk membantu bisnis memantau dan menganalisis performa penjualan dari berbagai saluran.
Dengan data yang lebih terorganisir, pemilik bisnis dapat lebih mudah melihat perkembangan penjualan, membandingkan performa produk, serta menemukan bagian yang perlu dievaluasi. Bagi bisnis dengan banyak produk dan saluran penjualan, pengelolaan data yang lebih terpusat juga dapat membantu proses pemantauan menjadi lebih praktis.