Pengertian Apa itu Overstock?
Overstock adalah kondisi ketika jumlah persediaan barang yang dimiliki perusahaan melebihi kebutuhan aktual atau permintaan pasar dalam periode tertentu. Stok yang tersedia terlalu banyak dibandingkan dengan tingkat penjualan atau penggunaan barang tersebut.
Contohnya, toko menyimpan 1.000 unit produk, padahal rata-rata penjualan hanya 200 unit per bulan, sehingga sisanya menjadi sia-sia.
Pengertian Apa itu Understock?
Understock adalah kondisi ketika jumlah persediaan barang lebih sedikit dari kebutuhan aktual atau permintaan pasar, sehingga bisnis tidak mampu memenuhi permintaan pelanggan. Kondisi ini sering menyebabkan stockout (kehabisan stok) dan gangguan operasional.
Contohnya, permintaan tinggi saat promo, tetapi stok sudah habis sebelum periode promo berakhir.
Penyebab Terjadinya Overstock dan Understock
| Aspek Penyebab | Understock (Stok Kurang) | Overstock (Stok Berlebih) |
|---|---|---|
| Forecasting Permintaan | Perkiraan terlalu rendah sehingga stok tidak mencukupi | Perkiraan terlalu tinggi sehingga pembelian berlebihan |
| Perencanaan Reorder Point | Reorder point terlalu rendah atau pemesanan terlambat | Reorder point terlalu tinggi sehingga stok terus bertambah |
| Safety Stock | Tidak memiliki atau jumlah safety stock terlalu kecil | Safety stock terlalu besar tanpa perhitungan jelas |
| Lead Time Supplier | Lead time lebih lama dari perkiraan | Lead time lebih cepat dari perkiraan atau disalah artikan |
| Sistem Pencatatan Stok | Data stok tidak real-time, stok dianggap masih ada | Data stok tidak akurat, stok lama tidak terdeteksi |
| Koordinasi Antar Divisi | Penjualan dan pembelian tidak sinkron | Pembelian tidak mempertimbangkan data penjualan |
| Perubahan Permintaan Pasar | Lonjakan permintaan mendadak tidak terantisipasi | Penurunan permintaan atau tren berubah |
| Perencanaan Promosi | Promo tidak diiringi penambahan stok | Stok disiapkan berlebihan untuk promo |
| Strategi Pembelian | Terlalu menekan stok untuk efisiensi biaya | Tergiur diskon supplier dan minimum order besar |
| Evaluasi Perputaran Stok | Kurang memantau kecepatan stok keluar | Tidak mengevaluasi slow moving dan dead stock |
Dampak Overstock dan Understock pada Bisnis
| Aspek Dampak | Understock (Stok Kurang) | Overstock (Stok Berlebih) |
|---|---|---|
| Penjualan | Kehilangan penjualan (lost sales) | Penjualan melambat |
| Arus Kas | Potensi pemasukan hilang | Modal tertahan di stok |
| Kepuasan Pelanggan | Sangat menurun karena produk sering tidak tersedia | Relatif tidak langsung berdampak |
| Loyalitas Pelanggan | Pelanggan beralih ke kompetitor | Risiko loyalitas menurun jika diskon terus-menerus |
| Citra Bisnis | Dianggap tidak andal | Dianggap tidak efisien |
| Biaya Operasional | Biaya darurat meningkat (pembelian cepat, ekspedisi) | Biaya penyimpanan meningkat |
| Efisiensi Gudang | Proses terganggu akibat kekurangan barang | Gudang penuh dan tidak tertata |
| Risiko Barang | Tidak ada barang untuk dijual | Risiko rusak, usang, dan kadaluwarsa |
| Profitabilitas | Laba hilang karena penjualan gagal | Margin turun akibat diskon |
| Perencanaan Bisnis | Strategi terganggu karena stok tidak siap | Fleksibilitas bisnis menurun |
| Pangsa Pasar | Berpotensi menurun | Berpotensi stagnan |
Distribusikan stok otomatis ke setiap toko sesuai kebutuhan dan performa penjualan.
Kelola distribusi stok di setiap toko dengan lebih aman dan terkontrol menggunakan fitur Persentase Stok.
Cukup tentukan persentase stok yang ingin ditampilkan di masing-masing toko, tanpa harus membagi stok secara manual.
Misalnya, dari total stok tersedia 1.000 pcs, Anda dapat mengatur toko A menampilkan 80% atau 800 pcs, sedangkan toko B hanya menampilkan 20% atau 200 pcs.
Solusi ini membantu mencegah overstock, menghindari understock, dan memberikan kontrol penuh atas distribusi inventory Anda.


Cegah Overstock dan Understock pada Bisnis Menggunakan Software Inventory Jubelio
Software inventory adalah sistem atau aplikasi digital yang digunakan untuk mengelola, memantau, dan mengontrol persediaan barang secara terpusat dan real-time. Software ini membantu bisnis mengetahui jumlah stok, pergerakan barang, serta kebutuhan pengadaan secara akurat.
1. Pencatatan Stok Secara Real-Time
Setiap barang masuk dan keluar tercatat otomatis, sehingga data stok selalu akurat dan terkini.
2. Monitoring Ketersediaan Barang
Bisnis dapat mengetahui stok available, stok terpesan, hingga stok cadangan dalam satu dashboard.
3. Pengendalian Understock dan Overstock
Software inventory membantu menjaga keseimbangan stok melalui:
- Notifikasi stok menipis
- Analisis stok berlebih
- Perhitungan kebutuhan pengadaan
4. Otomatisasi Proses Operasional
Mengurangi pekerjaan manual seperti input stok, update marketplace, dan rekonsiliasi data.
5. Pelaporan dan Analisis
Menyediakan laporan seperti:
- Inventory turnover
- Fast moving & slow moving
- Nilai persediaan
- Riwayat pergerakan barang
