Dalam bisnis retail dan e-commerce, mengelola stok bukan hanya soal punya barang, tapi juga bagaimana mengamankan persediaan di momen krusial. Salah satu fitur penting yang sering jadi penentu kelancaran penjualan adalah stok cadangan.
Melalui fitur Stok Cadangan di aplikasi stok barang Jubelio, kamu bisa mengatur dan mengamankan stok secara strategis, terutama saat menghadapi promo besar, flash sale, atau kondisi pasokan yang tidak stabil.
Apa Itu Stok Cadangan?
Stok Cadangan adalah sejumlah stok yang disengaja “dikunci” atau dicadangkan agar tidak ikut terjual di channel tertentu. Biasanya stok ini digunakan untuk:
- Keperluan promo & flash sale marketplace
- Mengamankan stok saat pasokan menurun atau langka
- Mengatur prioritas penjualan antar channel
Dengan stok cadangan, kamu bisa tetap mengontrol ketersediaan barang tanpa takut stok habis mendadak atau terjadi overselling.
Cara Kerja Stok Cadangan di Jubelio
Di Jubelio, perhitungan stok dilakukan secara sistematis menggunakan formula:
Available = On Hand – On Order – Reserved
Artinya:
- On Hand: stok fisik yang tersedia
- On Order: stok yang sedang dipesan
- Reserved: stok cadangan
Saat kamu membuat stok cadangan, sejumlah stok On Hand otomatis berpindah status menjadi Reserved, sehingga stok Available yang tampil di channel penjualan akan berkurang. Hal ini membuat stok di marketplace dan toko online tetap aman dan terkendali.
Masalah Umum Tanpa Stok Cadangan
Tanpa sistem stok cadangan, bisnis berisiko menghadapi berbagai masalah serius dalam pengelolaan persediaan terutama saat menjalankan promo dan penjualan multi-channel.
1. Stok Promo Cepat Habis Sebelum Campaign Selesai
Saat promo atau flash sale berjalan, lonjakan order sering kali tidak terkontrol. Tanpa stok cadangan, stok promo bisa habis lebih cepat dari perencanaan, bahkan sebelum periode campaign berakhir.
Akibatnya, promo terpaksa dihentikan, performa campaign turun, dan potensi penjualan hilang.
2. Overselling karena Stok Terbuka di Banyak Channel
Tanpa stok cadangan, satu stok yang sama bisa diakses oleh marketplace, website, dan toko offline secara bersamaan. Ketika order masuk hampir bersamaan, sistem tidak mampu menahan stok, sehingga penjualan melebihi stok fisik (overselling) tak terhindarkan.
Dampaknya bukan hanya pembatalan pesanan, tapi juga penurunan rating toko dan kepercayaan pelanggan.
3. Channel Penjualan Saling “Rebut” Stok
Tanpa pengaturan prioritas stok, semua channel memiliki akses yang sama terhadap persediaan. Channel yang seharusnya tidak ikut promo justru menghabiskan stok yang seharusnya disiapkan untuk campaign tertentu.
Hasilnya, distribusi stok menjadi tidak adil dan sulit dikontrol.
4. Harus Koreksi Stok Manual Setelah Promo
Setelah promo selesai, tim sering kali harus:
- Mengecek selisih stok fisik dan sistem
- Melakukan penyesuaian stok manual
- Memperbaiki data penjualan dan laporan
Proses ini memakan waktu, rawan human error, dan mengganggu operasional harian.
5. Stok Jadi Tidak Akurat
Tanpa stok cadangan, stok yang tampil di sistem sering tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di gudang.
Stok yang seharusnya sudah dialokasikan untuk promo atau kebutuhan tertentu masih terlihat “tersedia”, sehingga data stok menjadi bias dan menyesatkan. Akibatnya, keputusan restock, promo, dan penjualan diambil berdasarkan data yang salah.
6. Order Sering Dibatalkan
Ketika stok fisik tidak mencukupi akibat overselling, satu-satunya solusi adalah membatalkan pesanan. Pembatalan order bukan hanya menghilangkan potensi omzet, tapi juga berdampak pada performa toko di marketplace, seperti penurunan rating, penalti, hingga turunnya visibilitas produk.
7. Tim Kewalahan Memperbaiki Data
Tanpa sistem stok cadangan, tim harus melakukan koreksi stok manual setelah promo berakhir.
Mulai dari mencocokkan stok fisik dan sistem, memperbaiki data penjualan, hingga menyesuaikan laporan. Proses ini menyita waktu, melelahkan, dan sangat rentan human error.
8. Kepercayaan Pelanggan Menurun
Pelanggan yang sering mengalami pembatalan pesanan atau keterlambatan pengiriman akan kehilangan kepercayaan. Sekali kecewa, pelanggan bisa berpindah ke kompetitor. Dalam jangka panjang, hal ini berdampak langsung pada reputasi brand dan repeat order.
Fitur stok cadangan di aplikasi stok barang Jubelio membantu bisnis mengamankan stok, mencegah overselling, mengontrol stok multi-channel, serta menjalankan promo dengan lebih aman melalui sistem real-time dan berbasis periode waktu.
- Kunci Stok Promo, Channel Lain Tetap Aman
- Stop Overselling yang Merugikan Bisnis
- Atur Waktu, Sistem Jalan Sendiri
- Kontrol Penuh untuk Multi-Channel
- Aman untuk Produk Satuan & Bundle
- Stok Real-Time, Keputusan Lebih Cepat
- Minim Human Error, Operasional Lebih Rapi
- Siap untuk Campaign Besar & Skala Bisnis


Manfaat Stok Cadangan dalam Aplikasi Stok Barang Jubelio
Fitur Stok Cadangan di aplikasi stok barang Jubelio bukan hanya sekadar menyisihkan stok. Fitur ini dirancang untuk membantu bisnis mengontrol ketersediaan barang secara strategis, terutama bagi penjual yang aktif di banyak channel penjualan.
Berikut penjelasan manfaatnya secara lebih mendalam:
1. Mengamankan Stok Saat Promo dan Flash Sale
Saat menjalankan promo besar atau flash sale di marketplace, lonjakan order sering kali sulit diprediksi. Tanpa stok cadangan, stok bisa terkuras lebih cepat dari perencanaan.
Dengan stok cadangan di Jubelio:
- Sebagian stok dapat dikunci khusus untuk periode promo
- Channel lain tidak akan “mengambil” stok tersebut
- Penjualan selama campaign jadi lebih terkontrol
Hasilnya, promo berjalan lancar tanpa risiko stok habis sebelum waktu berakhir.
2. Mencegah Overselling di Multi-Channel
Overselling umumnya terjadi karena stok yang sama terbuka di banyak channel sekaligus. Ketika penjualan datang bersamaan, stok di sistem dan fisik bisa tidak sinkron.
Melalui fitur stok cadangan:
- Stok yang dicadangkan otomatis mengurangi stok available
- Sistem menghitung stok berdasarkan on hand – on order – reserved
- Risiko penjualan melebihi stok fisik dapat diminimalkan
Ini membuat bisnis lebih aman dari komplain, pembatalan pesanan, hingga penurunan rating toko.
3. Kontrol Stok Lebih Akurat & Real-Time
Stok cadangan termasuk transaksi yang memengaruhi perhitungan stok di Jubelio. Artinya, setiap perubahan status stok langsung tercermin secara real-time di sistem.
Manfaat aplikasi stok barang:
- Data stok selalu akurat
- Tidak perlu koreksi stok manual
- Keputusan bisnis bisa diambil berdasarkan data yang valid
Hal ini sangat penting untuk bisnis dengan perputaran stok tinggi.
4. Mendukung Produk Satuan & Bundle
Tidak semua aplikasi stok barang mendukung pencadangan untuk produk bundle. Di Jubelio, stok cadangan bisa diterapkan untuk produk satuan dan produk bundle atau paket
Dengan begitu dapat membantu menjaga akurasi stok komponen di dalam bundle, sehingga tidak terjadi kekurangan stok tanpa disadari.
Hal ini sangat membantu untuk bisnis yang sering menjual paket promo atau bundling, agar perhitungan stok tetap akurat dan tidak saling “memakan” antar SKU.
5. Pengamanan Stok Saat Pasokan Tidak Stabil
Ketika pasokan dari supplier menurun atau terjadi kelangkaan barang, stok cadangan berfungsi sebagai buffer pengaman. Dengan mencadangkan stok:
- Barang tidak habis terlalu cepat
- Penjualan tetap bisa dikontrol
- Bisnis punya waktu untuk menyesuaikan strategi restock
Fitur ini sangat krusial untuk produk fast-moving atau musiman.
6. Stok Cadangan Berbasis Periode Waktu
Stok cadangan di Jubelio bersifat time-based. Kamu bisa menentukan periode pencadangan sesuai kebutuhan campaign. Ketika periode tersebut berakhir:
- Status Reserved otomatis dikembalikan ke On Hand
- Stok Available kembali normal tanpa perlu penyesuaian manual
Hal ini membuat pengelolaan stok jadi lebih efisien dan minim human error.
7. Stok Cadangan untuk Internal & Channel Penjualan
Keunggulan fitur stok cadangan di Jubelio adalah fleksibilitasnya. Kamu bisa mencadangkan stok untuk:
-
Stok Internal (Gudang): Digunakan untuk pengamanan persediaan secara keseluruhan.
-
Stok Channel Penjualan (Marketplace / Online Store): Cocok saat kamu menjalankan campaign di satu marketplace, tapi ingin menjaga stok agar tidak “terambil” oleh channel lain.
Dengan begitu, selama periode campaign berlangsung, stok cadangan menjadi acuan utama, sementara channel lain otomatis menyesuaikan stok available-nya.
