Menjalankan bisnis di bidang logistik wajib untuk memperhatikan sistem pergudangan karena sistem ini dapat mempengaruhi biaya operasional dan ketersediaan stok produk. Untuk menjaga rantai pasok bisnis agar tetap berjalan lancar maka perlu memilih gudang yang tepat.
Ada dua jenis gudang yang bisa dipilih saat ini yaitu Third Party Logistics (3PL) dan gudang in-house. Kedua jenis gudang ini memiliki banyak perbedaan meskipun fungsinya sama.
Kalau Anda ingin menggunakan salah satu jenis gudang ini sebaiknya pelajari perbedaannya agar tahu gudang mana yang cocok untuk bisnis yang Anda jalani. Perbedaan gudang-gudang ini akan diulas secara singkat berikut ini.
Mengenal Perbedaan Antara 3PL dan Gudang In-house
Pemilihan gudang untuk menyimpan produk bisa dilakukan dengan tepat apabila memahami perbedaan antara gudang in-house dan 3PL berikut ini.
1. Biaya
Biaya yang dikeluarkan untuk menggunakan gudang dan 3PL mempunyai jumlah yang berbeda. Kalau Anda memilih menggunakan gudang maka harus menanggung penuh biaya penggunaan gudang ini.
Untuk biayanya sendiri meliputi biaya pembangunan fasilitas, sewa, keamanan, perawatan, listrik, perangkat teknologi, rak gudang, gaji karyawan dan forklif. Biaya ini akan sangat besar jumlahnya jika Anda ingin meningkatkan kapasitas gudang.
Sedangkan untuk biaya 3PL lebih murah dan bisa ditentukan jumlahnya berdasarkan jenis layanan yang dipilih. Untuk biayanya sendiri mencangkup biaya penerimaan produk, penyimpanan produk, pengiriman, pengemasan dan pengambilan produk.
Semakin sedikit layanan yang digunakan maka biaya penggunaan fasilitas ini lebih murah.
2. Pengelolaan Gudang
Pihak yang bertugas untuk mengelola gudang pada 3PL dan gudang in-house sangat berbeda. Pada 3PL, pihak yang mengatur seluruh operasional gudang ditentukan oleh perusahaan yang menyewa fasilitas ini.
Perusahaan bisa menyerahkan semua aktivitas logistik atau hanya sebagian saja ke pemilik 3PL. Umumnya pemilik fasilitas ini akan bertanggung jawab terhadap sistem, peralatan, tenaga kerja, fasilitas serta proses operasional sesuai dengan surat kontrak yang disepakati.
Sedangkan untuk gudang in-house, perusahaan mendapatkan kendali penuh atas semua operasional gudang. Perusahaan bisa dengan bebas menentukan sistem penyimpanan, prosedur penerimaan produk, proses pengeluaran produk, metode pengiriman dan tata letak gudang.
3. Kebutuhan Tenaga Kerja
Tenaga kerja yang dibutuhkan gudang dan 3PL tidak sama. Untuk tenaga kerja yang ada di 3PL adalah tenaga kerja yang sudah disediakan oleh penyedia jasa.
Semua tenaga kerja yang diperlukan untuk operasional gudang biasanya sudah dipersiapkan terlebih dahulu sehingga perusahaan tidak perlu mencari tenaga kerja dari awal. Biasanya jumlah tenaga kerja pada gudang ini akan disesuaikan dengan kebutuhan operasional perusahaan.
Sedangkan tenaga kerja pada gudang in-house disediakan sendiri oleh perusahaan. Semua tugas yang berhubungan dengan tenaga kerja menjadi tanggung jawab perusahaan, contohnya merekrut, melatih dan membayar tenaga kerja.
Jadi perusahaan bisa menentukan sendiri berapa jumlah tenaga kerja yang ingin direkrut sehingga bisa menyesuaikan dengan dana yang dimiliki.
4. Tingkat Kontrol Operasional
Kalau dilihat dari tingkat kontrol operasional, pengguna gudang in-house mempunyai kontrol yang lebih tinggi. Perusahaan bisa membuat sendiri standar operasional gudang dan bisa melakukan pengawasan setiap aktivitas yang ada di gudang.
Saat terjadi perubahan prosedur, perusahaan bisa langsung menerapkan perubahan tersebut tanpa perlu melakukan koordinasi dengan pihak luar.
Sedangkan pada 3PL, perusahaan tidak memegang kontrol operasional secara penuh karena tingkat kontrol ini ditentukan melalui kontrak perjanjian dan prosedur kerja.
Jadi kontrol gudang biasanya dipegang penyedia jasa dan perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan yang tidak ingin diatur oleh penyedia jasa sebaiknya pilih mitra yang dapat memenuhi standar operasional yang dibutuhkan perusahaan.
5. Skalabilitas Bisnis
Skalabilitas bisnis mengacu pada kemampuan sistem pergudangan dalam mengikuti perkembangan bisnis. Perusahaan yang memilih menggunakan gudang in-house akan merasakan banyak kesulitan ketika bisnis mengalami pertumbuhan yang besar.
Perusahaan harus mengimbangi pertumbuhan ini dengan cara memperluas fasilitas, menambah peralatan gudang dan merekrut tenaga kerja baru. Hal ini nantinya akan memerlukan modal yang besar dan menghabiskan banyak waktu.
Sedangkan pertumbuhan bisnis tidak terlalu mempengaruhi sistem pergudangan 3PL karena semua infrastruktur yang dibutuhkan perusahaan sudah disiapkan penyedia jasa.
Perusahaan bisa dengan bebas memperluas gudang sesuai kebutuhan selama penyedia jasa mempunyai kapasitas gudang yang memadai.
6. Teknologi yang Digunakan
Teknologi yang digunakan gudang in-house bisa dipilih sendiri oleh perusahaan yang ingin menggunakannya.
Perusahaan bisa menggunakan teknologi-teknologi yang sesuai kebutuhan bisnis, contohnya teknologi barcode scanner, WMS, RFID atau automated storage. Semua biaya untuk implementasi dan pemeliharaan teknologi-teknologi tersebut ditanggung penuh oleh perusahaan.
Sedangkan teknologi pada 3PL semuanya sudah dipersiapkan penyedia jasa. Teknologi yang umumnya tersedia adalah teknologi logistik dan sistem operasional.
Selain itu, penyedia jasa juga menyediakan integrasi sistem sehingga data stok, data pesanan dan pengiriman produk bisa dipantau secara real time.
Kapan Sebaiknya Menggunakan Gudang In-house dan 3PL?
Penggunaan 3PL dan gudang ditentukan oleh beberapa kondisi, berikut ini beberapa contoh kondisinya.
3PL
Perusahaan bisa menggunakan layanan 3PL jika mengalami beberapa kondisi seperti di bawah ini.
- Mempunyai volume permintaan produk yang fluktuatif.
- Belum mempunyai fasilitas gudang sendiri.
- Mengalami pertumbuhan bisnis yang cukup cepat.
- Ingin melakukan ekspansi ke daerah baru.
- Tidak memiliki dana yang cukup untuk membangun teknologi pergudangan.
- Ingin fokus menjalankan aktivitas utama bisnis.
Kalau mengalami salah satu kondisi tersebut biasanya perusahaan akan lebih memilih memakai layanan 3PL daripada membangun gudang sendiri yang biayanya cukup mahal.
Gudang In-house
Gudang ini bisa menjadi pilihan yang tepat apabila perusahaan mengalami kondisi-kondisi di bawah ini.
- Mempunyai volume produk yang besar dan stabil.
- Membutuhkan kontrol penuh terhadap semua operasional pergudangan.
- Memiliki SDM kompeten di bidang logistik.
- Mempunyai fasilitas yang strategis untuk logistik.
Selain itu, perusahaan yang menjual produk dengan penanganan khusus seperti suhu dan kelembaban tertentu juga lebih cocok menggunakan gudang in-house dibanding 3PL.
Kalau perusahaan yang Anda miliki memenuhi semua kondisi tersebut dan memerlukan gudang untuk kebutuhan logistik sebaiknya dilengkapi dengan sistem otomatisasi yang dapat mendukung operasional gudang seperti Jubelio WMS.