Gudang umum dan kawasan berikat merupakan fasilitas yang sering sekali digunakan perusahaan yang bergerak di industri logistik dan kepabeanan.
Meskipun kedua fasilitas ini mempunyai fungsi yang sama yaitu sebagai tempat penyimpanan produk, namun keduanya mempunyai perbedaan yang sangat mencolok.
Kalau ingin menjalankan bisnis di bidang logistik sebaiknya pelajari perbedaan kedua fasilitas tersebut agar bisa tahu mana fasilitas yang cocok dengan kebutuhan bisnis. Informasi mengenai perbedaan fasilitas-fasilitas ini bisa dilihat selengkapnya di bawah ini.
Hal yang Membedakan Gudang Umum dengan Kawasan Berikat
Ada banyak hal yang membedakan fasilitas gudang dengan kawasan berikat. Perbedaan-perbedaan ini bisa manfaatkan menjadi panduan dalam memilih fasilitas penyimpanan barang. Berikut ini beberapa contoh perbedaannya yang wajib untuk dipelajari dan diketahui.
1. Fungsi Utama
Gudang umum adalah sebuah tempat penyimpanan yang dikelola langsung oleh penyedia gudang atau perusahaan pemilik gudang.
Gudang ini menyediakan layanan untuk konsumen dari berbagai macam latar belakang dengan status tidak terikat dengan kepabeanan atau fasilitas fiskal tertentu.
Produk yang disimpan di gudang ini umumnya berupa produk domestik atau produk impor yang sudah lolos dari proses kepabeanan.
Sedangkan fungsi kawasan berikat dibuat secara khusus oleh pemerintah untuk menjadi lokasi berlangsungnya kegiatan yang ada kaitannya dengan produk ekspor dan impor.
Produk impor dan ekspor yang belum dikenai biaya pajak dan bea masuk biasanya akan disimpan di kawasan ini. Selain itu, kawasan ini juga dijadikan sebagai fasilitas perakitan, distribusi dan pengolahan produk dengan kepabeanan khusus.
2. Jenis Produk yang Disimpan
Produk yang dapat disimpan di kawasan berikat dan gudang mempunyai jenis yang berbeda. Untuk produk yang diperbolehkan disimpan di kawasan berikat yaitu produk-produk impor yang terikat langsung dengan pengolahan dan kegiatan ekspor impor.
Produk yang berada di kawasan ini masih dalam proses fiskal dan kepabeanan sehingga hanya bisa digunakan untuk kegiatan ekspor impor saja.
Sedangkan produk yang ada di gudang umum merupakan produk-produk yang digunakan untuk berbagai macam kebutuhan, bisa berupa produk domestik atau produk impor.
Umumnya produk yang disimpan berupa alat berat, produk jadi, bahan mentah atau produk dagangan yang akan dikirim ke pasar lokal
3. Status Kepabeanan dan Fiskal
Kawasan berikat adalah kawasan yang menyediakan fasilitas fiskal. Fasilitas ini memungkinkan terjadinya penundaan pembayaran pajak impor serta bea masuk sebelum produk diproses atau diekspor kembali.
Produk biasanya akan dirakit, diolah serta dikemas ulang di kawasan ini tanpa perlu membayar pajak terlebih dahulu.
Sedangkan pada gudang umum tidak ditemukan fasilitas fiskal. Produk yang sudah disimpan sudah melalui proses bea masuk dan sudah dibayar pajaknya sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Gudang hanya dijadikan tempat menyimpan dan pengemasan produk saja, jadi kalau produk sudah masuk gudang bisa langsung didistribusikan tanpa harus memenuhi kewajiban fiskal.
4. Pihak Pengelola
Pihak yang bertugas untuk mengelola fasilitas-fasilitas ini bukanlah pihak yang sama. Pihak yang bertugas untuk mengelola kawasan ini adalah perusahaan yang sudah menjalin kerja sama dengan instansi pemerintah yaitu Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Proses pengelolaan kawasan ini diatur dengan sangat ketat sesuai dengan regulasi fiskal dan kepabeanan yang berlaku, seperti prosedur pengawasan, pelaporan dan administrasi.
Sedangkan yang bertugas mengelola gudang adalah pemilik gudang langsung atau pihak ketiga yang menawarkan layanan gudang.
Proses pengelolaan ini sifatnya komersial dan tidak ada hubungannya dengan regulasi fiskal ataupun kepabeanan. Hal ini bisa terjadi jika produk yang disimpan sudah melewati proses kepabeanan.
5. Durasi Penyimpanan
Durasi penyimpanan di masing-masing fasilitas ini berbeda-beda. Kawasan berikat tidak membatasi durasi penyimpanan, selama produk sudah memenuhi peraturan dan ketentuan yang berlaku maka bisa disimpan dalam waktu yang lama. Barang bisa disimpan sesuai dengan waktu yang disesuaikan dengan izin yang diberikan instansi terkait.
Sedangkan gudang umum mempunyai batasan waktu penyimpanan. Biasanya produk yang ada di gudang disimpan dalam durasi yang singkat atau menengah tergantung dari kebutuhan pengguna.
Kalau di gudang umum, durasinya lebih fleksibel karena yang menentukannya bukan instansi melainkan pemilik barang atau pemilik gudang.
6. Biaya
Biaya penggunaan gudang umum mempunyai jumlah yang berbeda dengan biaya total penggunaan kawasan berikat.
Pemilik produk yang menyimpan produknya di kawasan berikat tidak terlalu mengeluarkan banyak biaya karena kawasan ini memberikan kemudahan dalam pembayaran biaya melalui penundaan pembayaran pajak serta bea masuk.
Namun, untuk biaya pengelolaan administrasi terbilang cukup mahal karena ada fasilitas khusus dan regulasi yang harus dipenuhi.
Sedangkan biaya gudang umum jauh lebih ekonomis dan pemilik produk juga tidak harus membayar biaya operasional yang mahal. Hal inilah yang membuat banyak pelaku UMKM lebih memilih menyimpan produk di gudang dibandingkan di kawasan berikat.
Kapan Waktu Terbaik Menggunakan Gudang Umum dan Kawasan Berikat?
Untuk mengetahui kapan waktu terbaik menggunakan salah satu fasilitas penyimpanan ini maka harus tahu kondisi seperti apa saja yang bisa membuat seseorang memakai gudang atau kawasan berikat. Untuk tahu kondisinya apa saja, lihat ulasan berikut.
1. Kawasan Berikat
Ada beberapa kondisi yang mengharuskan seseorang menggunakan kawasan berikat untuk tempat penyimpanan produk.
Contoh kondisinya adalah melakukan pengiriman produk impor. Saat ada pelaku bisnis yang ingin menjual produk impor maka produknya harus disimpan terlebih dahulu di kawasan berikat.
Hal ini dilakukan agar biaya pengiriman lebih murah dan waktu pengiriman lebih singkat. Selain itu, produk-produk yang membutuhkan izin khusus juga harus disimpan di kawasan berikat. Contohnya produk yang dilindungi hak cipta dan produk-produk berbahaya.
2. Gudang Umum
Waktu terbaik untuk menggunakan gudang umum adalah saat ingin melakukan pengiriman produk domestik yang tidak membutuhkan izin khusus.
Produk-produk yang tidak memerlukan izin khusus bisa disimpan di gudang. Biaya penyimpanannya lebih murah dan proses penyimpanan di gudang juga lebih mudah
Selain itu, gudang umum juga cocok digunakan ketika menjalankan bisnis skala menengah ke bawah seperti bisnis jual beli produk makanan dan minuman. Produk-produk yang akan dikirim bisa disimpan terlebih dahulu di gudang untuk dicek kualitasnya dan dikemas.
Kalau memerlukan gudang umum untuk menyimpan barang-barang domestik sebaiknya gunakan WMS yang dapat membuat pengelolaan barang menjadi otomatis.
Sistem ini bisa meningkatkan efisiensi pengelolaan gudang dan stok barang. Sistem seperti Jubelio WMS akan mempermudah seluruh operasional yang ada di gudang.