Punya produk bagus, tapi margin terus tergerus? Bisa jadi masalahnya bukan di produkmu, tapi di platform tempat kamu jualan.
Mungkin banyak seller yang pilih platform berdasarkan yang paling populer tanpa benar-benar menghitung apakah platform itu menguntungkan secara bisnis.
Setiap marketplace punya struktur biaya yang berbeda dan selisihnya bisa berpengaruh pada keuntungan yang kamu terima.
Supaya gak salah pilih, berikut beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan di mana produkmu akan dijual. Baca sampai akhir, ya!
1. Hitung Total Potongan Bukan Hanya Biaya Admin
Banyak seller fokus ke biaya admin saat memilih marketplace padahal itu baru satu dari sekian komponen biaya yang dipotong dari hasil penjualan.
Di beberapa platform, total potongan yang dikenakan ke seller bisa terdiri dari biaya layanan, biaya program promosi, hingga biaya pembayaran yang berbeda-beda tergantung metode yang dipilih pembeli.
Jika dijumlahkan potongan tersebut bisa sampai belasan persen per transaksi. Untuk itu, coba hitung jika produkmu dijual seharga Rp100.000 di platform tersebut, berapa yang benar-benar masuk ke kantongmu setelah semua potongan? Dari situ kamu bisa menilai apakah platform itu worth it untuk jenis produkmu.
2. Perhatikan Model Bisnis Platformnya
Marketplace umumnya menggunakan dua model bisnis utama, yaitu model komisi dan model bebas komisi. Pada model komisi, platform mengambil persentase dari setiap transaksi yang berhasil. Semakin besar omzetmu, semakin besar pula yang dipotong.
Namun, ada juga marketplace dengan model bebas komisi, seperti Toco. Dengan konsep bebas biaya admin, marketplace ini punya keunggulan menarik untuk seller yang ingin menjaga margin tetap stabil.
3. Pastikan Fitur Platform Mendukung Operasional Toko
Marketplace yang menguntungkan gak cuma soal biayanya, tapi juga tentang seberapa efisien platform itu mendukung operasional harianmu sebagai seller. Beberapa fitur yang perlu kamu cek sebelum memilih platform antara lain:
- Pilihan kurir yang lengkap. Pastikan platform mendukung kurir yang cocok dengan kebutuhan pengirimanmu. Mulai dari layanan reguler, same day, hingga kargo jika kamu menjual produk berukuran besar.
- Fitur statistik dan laporan penjualan. Perlu diingat kalau data adalah aset. Platform yang menyediakan statistik toko dan kemudahan mengunduh data transaksi akan sangat membantu mengambil keputusan bisnis.
- Kemudahan upload produk. Kalau kamu sudah punya toko di marketplace lain, cari tahu apakah platform baru tersebut menyediakan fitur migrasi produk secara massal.
- Fitur promosi yang hemat budget. Pilih platform yang menyediakan opsi promosi gratis untuk menaikkan visibilitas produk tanpa harus menambah budget iklan.
4. Gunakan Platform yang Sesuai dengan Kategori Produkmu
Tidak semua marketplace cocok untuk semua jenis produk. Beberapa platform cocok untuk kategori tertentu, seperti fashion, elektronik, atau produk segar sehingga performanya lebih optimal di niche masing-masing.
Ada juga platform yang lebih fleksibel dengan fitur marketplace dan iklan baris dalam satu aplikasi. Jadi, kamu bisa gunakan untuk menjual produk sehari-hari atau manfaatkan iklan baris untuk menjual produk bernilai tinggi, seperti properti atau kendaraan.
5. Pilih Marketplace yang Siap Mendukung Bisnismu
Perhatikan seberapa besar platform berinvestasi dalam edukasi dan dukungan untuk seller-nya. Platform yang aktif mengadakan pelatihan, menyediakan informasi yang transparan, atau membangun komunitas seller biasanya lebih berkomitmen untuk tumbuh bersama. Ekosistem yang suportif bisa sangat membantu saat berjualan online.
Setiap marketplace punya kelebihan yang berbeda, jadi penting untuk memilih yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnismu. Pastikan kamu mempertimbangkan biaya, fitur, dan dukungan yang ditawarkan sebelum menentukan platform jualan. Untuk kamu yang ingin berjualan tanpa biaya admin, Toco bisa menjadi alternatif yang menarik untuk dicoba.
*Artikel ini merupakan bentuk kerja sama antara Toco & Jubelio