Produk yang terjual paling banyak bukan berarti yang paling menentukan kesuksesan dari suatu bisnis. Bisnis mungkin harus mengeluarkan biaya lebih banyak baik itu untuk operasional, produksi maupun pemasaran. Margin keuntungan menjadi faktor penting dalam menentukan profitabilitas, tapi volume penjualan juga penting.
Bagi Anda yang baru memulai bisnis atau ingin tahu seputar profitabilitas produk bisnis, simak pembahasan berikut ini.
Bagaimana Cara Menganalisis Profitabilitas Produk?
Penting untuk paham kontribusi dari setiap produk terhadap keseluruhan bisnis. Meski suatu produk adalah yang paling banyak terjual, tapi tidak mesti memberikan keuntungan yang sehat. Sebenarnya, apa yang dimaksud profitabilitas itu?
Inilah perhitungan keuntungan berdasarkan biaya keseluruhan agar pebisnis tahu bagaimana kinerja setiap produk mereka. Berikut adalah praktik terbaik dalam menganalisis profitabilitas produk:
1. Catat Pemasukan dan Pengeluaran Tiap Produk
Tentukan produk-produk mana yang ingin dianalisis, catat berapa sering produk tersebut terjual dan hitung nilai penjualan aktual tiap produk. Biaya yang dicatat harus menyeluruh meski dalam persentase kecil sekali pun. Ini termasuk biaya layanan, diskon, cashback, retur dan lain sebagainya.
Semakin lengkap daftar biaya, semakin menyesuaikan dengan kondisi faktual, tanpa banyak asumsi-asumsi. Pemetaan biaya juga dilakukan berdasarkan tenaga kerja, penyimpanan, produksi, logistik, marketing, bahan baku dan lain sebagainya. Meski pun harus menelaah secara detail dan butuh waktu, tapi hasil analisis nanti yang bisa lebih diandalkan.
2. Cek Margin Kotornya
Anda bisa tahu seberapa bisa diandalkan suatu produk untuk memberi profit dari margin kotor. Cukup dengan membandingkan pemasukan dengan seluruh biaya tiap produk untuk tahu margin kotor. Penting untuk mengetahui margin ini karena jika margin kotor sehat, bisa berdampak untuk kelancaran bisnis jangka panjang.
Meski begitu, jangan jadikan margin kotor sebagai patokan satu-satunya. Pengambilan keputusan seputar produk yang diprioritaskan harus mengacu pada aspek-aspek krusial lainnya juga. Bahkan meski suatu produk punya margin besar, tidak 100% pasti dapat memberikan profit terbesar untuk bisnis.
Salah satu alasannya bisa karena penjualan produk dengan margin tinggi tersebut terbatas. Bahan bakunya bisa saja susah diakses atau tidak banyak tenaga kerja yang mampu memproduksinya pada kualitas terbaik. Maka dari itu, margin bukan hanya yang paling penting tapi volume penjualan produk juga harus dipertimbangkan.
3. Margin Kontribusi Juga Penting
Bukan hanya margin kotor, analisis profitabilitas juga harus mengacu pada margin kontribusi. Pebisnis bisa tahu produk mana yang cenderung bisa menghasilkan keuntungan stabil sekaligus menutup biaya untuk operasional. Margin kontribusi itu pendapatan yang ada setelah semua biaya variabel dibayarkan.
Apa saja yang termasuk biaya variabel? Mulai dari bahan baku, komisi, pengiriman dan packing, itu semua adalah komponen biaya variabel. Jika suatu produk punya margin kontribusi memadai, apa lagi terjual banyak secara konsisten, itu yang harus menjadi prioritas bisnis.
4. Cek Biaya yang Sering Diabaikan
Dalam konteks bisnis yang baru berdiri, mungkin saja biaya yang dianalisis kurang menyeluruh. Padahal analisis biaya itu harus menyeluruh untuk mendapatkan hasil yang kuat. Jangan hanya hitung biaya utama saja, masukan juga biaya tambahan yang sebenarnya berpengaruh ke laba tapi sering terlewat.
Salah satu contohnya misal biaya retur yang harus dikeluarkan saat barang dikembalikan. Anda perlu keluar biaya jika barang rusak, jumlahnya tidak sesuai atau kurang lengkap. Biaya lainnya adalah biaya layanan yang dibebankan saat bisnis Anda masuk dalam platform marketplace.
Biaya antar platform bisa berbeda juga tergantung apakah Anda menggunakan layanan promosi seperti ads atau program event atau tidak. Begitu juga dengan subsidi untuk pengiriman barang yang bisa saja dibebankan seluruhnya atau sebagian ke penjual. Sekilas mungkin terkesan dilebih-lebihkan, padahal justru ini yang bisa menggambarkan profitabilitas nyata.
Jika platform terkait mengubah skema biaya layanan mereka, alur biaya keseluruhan tentu bisa berubah. Maka dari itu, penting untuk mengecek pemberitahuan terbaru dari platform terkait.
5. Bandingkan Performa Produk
Performa produk bisa dianalisis per kuartal atau per bulan. Sesuaikan dengan bagaimana operasional bisnis berjalan agar lebih mudah menganalisis. Dalam analisis performa produk, setidaknya ada beberapa poin utama yaitu total laba, margin profit, kontribusi ke brand dan perkembangan penjualan.
Kembangkan suatu produk jika punya performa keuntungan secara konsisten, bukan yang hanya sesekali saja menguntungkan. Cek kembali produk dengan margin rendah lalu perbaiki permasalahan yang ada untuk kembali meningkatkan performa produk.
6. Tentukan Strategi Berdasarkan Data
Data yang sudah ada dan analisis sementara bisa dimanfaatkan untuk menentukan strategi yang paling relevan untuk saat ini. Data dari analisis profitabilitas bisa dimanfaatkan untuk membuat operasional lebih efisien, evaluasi harga, menyesuaikan budget promosi, dan banyak lagi.
Anda bisa lebih mudah menyesuaikan strategi marketing jika tahu produk yang harus diutamakan. Dari data-data ini juga bisnis bisa menekan pengeluaran karena sudah tahu pada aspek biaya atau jenis produk apa yang harus dibatasi.
Tinjau kembali produk yang populer terjual tapi tidak memberikan margin yang cukup banyak. Semisal ada produk dengan margin tinggi tapi volume penjualannya rendah, butuh peningkatan strategi pemasaran.
Kesimpulan
Ada beberapa hal yang bisa Anda simpulkan dari profitabilitas produk. Mulai dari keakuratan data, margin keuntungan, kontribusi ke bisnis dan lain sebagainya. Anda perlu tahu bagaimana dari setiap produk berperan pada perkembangan bisnis. Salah satu kesalahan dasar yang dilakukan pebisnis adalah hanya fokus pada pemasukan besar.
Padahal inti dari suatu bisnis adalah keuntungan atau profitabilitas. Jika alur keuntungan suatu bisnis kurang memadai, mereka akan susah untuk bertahan. Dari keuntungan yang sehat, bisa juga mendukung bisnis untuk berkembang.
Misalnya perkembangan untuk fasilitas, tenaga kerja, manajemen, buka cabang dan sebagainya. Jadi, jangan terlalu fokus ke angka penjualan, pertimbangkan profitabilitas keseluruhan alih-alih melihat mana yang paling laris. Data yang akurat dan lengkap bisa memperkuat hasil analisis.
Bedakan biaya tetap dan biaya variabel. Identifikasi biaya secara mendetail seperti biaya layanan marketplace, biaya tiap ads service dan subsidi pengiriman. Bingung melakukan analisis margin produk untuk tahu mana produk yang paling menguntungkan? Andalkan fitur akuntansi dari Jubelio untuk mendapatkan laporan margin setiap produk secara mendetail.